BERITA HOT

Dindikpora Pandeglang Tindaklanjuti Dugaan Bullying Siswa SD Rancapinang 2

PANDEGLANG, – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Pandeglang bergerak cepat menindaklanjuti viralnya dugaan perundungan terhadap siswa kelas II SDN Rancapinang 2, Kecamatan Cimanggu, berinisial MF. Kasus ini mencuat setelah orang tua korban mengunggah peristiwa tersebut melalui akun media sosial Facebook pada Sabtu (29/11/2025).

Dindikpora dijadwalkan memfasilitasi pertemuan antara orang tua korban dan orang tua para siswa diduga pelaku pada Senin (1/12/2025).

Selain itu, dinas juga akan menyiapkan surat edaran Bupati Pandeglang terkait kewaspadaan dan upaya pencegahan perundungan bagi seluruh sekolah dasar dan menengah pertama di Kabupaten Pandeglang.

“Dari Dindikpora Pandeglang akan turun besok, Senin (01/12), ke SDN Rancapinang 2 untuk memfasilitasi kedua belah pihak. Pertemuan akan disaksikan pihak Polsek, camat, serta UPT/Kormin,” ungkap Plt. Kepala Dindikpora Pandeglang, Didin Fachrudin, saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Minggu (30/11/2025).

Didin menambahkan, pihaknya tengah menyiapkan surat edaran Bupati sebagai bentuk pencegahan agar kasus serupa tidak terulang di tingkat SD maupun SMP.

“Kami mengimbau para siswa untuk tidak melakukan tindakan bullying, serta meminta para orang tua agar memberikan arahan kepada anak-anaknya,” ujarnya.

Ia juga merespons dorongan masyarakat agar penguatan pendidikan karakter diterapkan lebih sistematis sejak dini, baik di sekolah maupun lingkungan keluarga.

“Nanti akan kita lihat dan tindak lanjuti dalam program tahun 2026,” kata Didin.

Kronologi Kejadian

Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan beredarnya foto seorang siswa kelas II SDN Rancapinang 2, berinisial MF, yang diduga menjadi korban perundungan oleh kakak kelasnya. MF disebut dimasukkan ke dalam karung dan diceburkan ke sawah hingga tubuhnya dipenuhi lumpur.

Ibu korban, Mulyanti, menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Peristiwa itu berlangsung pada Sabtu (29/11/2025) pagi. Saat itu ia menyuruh anaknya berangkat ke sekolah. Tak lama kemudian, putranya pulang dalam kondisi basah kuyup dan tanpa mengenakan baju.

“Katanya dia diceburin ke sawah sampai penuh lumpur. Menurut pengakuan anak saya, dia dimasukin ke karung, digotong kakak kelasnya yang kelas VI, lalu diceburkan ke sawah,” kata Mulyanti saat dihubungi, Sabtu sore.

Mulyanti mengaku terpukul atas apa yang dialami anaknya. Ia tak menyangka lingkungan sekolah yang seharusnya aman justru menjadi tempat terjadinya tindakan tidak menyenangkan tersebut.

“Sebagai ibu, hati saya hancur. Saya pikir dia bisa sekolah dengan baik, ternyata perlakuan teman-temannya seperti itu,” ujarnya. (Red)

 

Deni

Recent Posts

Kokolot Baduy Saidi Putra Meninggal Dunia, Gubernur Banten Sampaikan Duka

LEBAK, – Kokolot Baduy atau tokoh masyarakat Baduy, Saidi Putra, meninggal dunia pada Jumat (4/9/2026).…

11 jam ago

Rutan Pandeglang Rutin Periksa Kesehatan Warga Binaan, Deteksi Penyakit Sejak Dini

PANDEGLANG, – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pandeglang rutin melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga…

16 jam ago

Gubernur Banten Turun Tangan, Sengketa TKIP-SDIP Pamulang Akan Dimediasi

TANGSEL, - Gubernur Banten Andra Soni turun tangan menyikapi sengketa kepemilikan dan pengelolaan TK Islam…

1 hari ago

Didesak Teken Pakta Integritas, Tiga Pimpinan DPRD Pandeglang Temui Ratusan Mahasiswa

PANDEGLANG, – Tiga pimpinan DPRD Kabupaten Pandeglang turun langsung menemui sedikitnya 200 mahasiswa yang tergabung…

1 hari ago

Mahasiswa Pandeglang Soroti PAD dan Anggaran DPRD Rp1,1 Miliar: Jangan Cuma Nikmati Fasilitas!

PANDEGLANG, – Aliansi Mahasiswa Pandeglang Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten…

2 hari ago

KONI Tangsel Tegaskan Tiga Kendaraan Operasional Dipakai Untuk Pembinaan Olahraga

Bantenonline.com — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) angkat bicara terkait pengadaan…

2 hari ago