GAYA HIDUP

Dindikbud Banten Gelar Wayang Masuk Sekolah, Siapkan Dalang Cilik ke Festival Nasional

TANGERANG, – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten terus memperkuat pelestarian budaya lokal melalui program Wayang Masuk Sekolah. Kegiatan yang berlangsung sepanjang Agustus 2026 itu menjadi bagian dari upaya menyiapkan dalang cilik Banten untuk tampil pada Festival Dalang Anak Tingkat Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.

Kepala Bidang Kebudayaan Dindikbud Provinsi Banten, Rohaendi, mengatakan program tersebut digelar bekerja sama dengan Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi). Sasaran kegiatan adalah sekolah-sekolah di Kabupaten Tangerang, Lebak, Serang, dan Pandeglang yang masih memiliki tradisi serta minat terhadap seni wayang golek.

“Program ini kami laksanakan sebagai upaya melestarikan wayang golek sekaligus menyiapkan dalang cilik Banten untuk mengikuti Festival Dalang Anak Tingkat Nasional. Kami memilih sekolah-sekolah yang berada di wilayah yang masih memiliki tradisi wayang dan dekat dengan kelompok seni pedalangan,” ujar Rohaendi kepada wartawan, Jumat (7/8/2026).

Pelaksanaan perdana digelar di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang. Sebanyak 20 siswa mengikuti pelatihan yang dipandu langsung oleh dalang Agus Baskara.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta dikenalkan dengan teknik dasar memainkan wayang golek, cara berdialog sebagai dalang, hingga sejarah dan tokoh-tokoh pewayangan. Materi itu diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni budaya sejak dini.

Rohaendi menegaskan, wayang golek tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media pendidikan yang sarat nilai moral, pembentukan karakter, serta kearifan lokal.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah. Wayang golek bukan sekadar tontonan, tetapi juga tuntunan yang sarat dengan nilai-nilai kehidupan,” katanya.

Usai kegiatan di Kabupaten Tangerang, program akan berlanjut ke Kabupaten Lebak pada 11 Agustus 2026. Selanjutnya, pelatihan digelar di Kabupaten Serang, termasuk di Kecamatan Ciruas dan Petir, sebelum ditutup di Kabupaten Pandeglang.

“Di Kabupaten Serang, salah satu lokasi pelatihan akan dilaksanakan di sekolah dasar yang berada di Kecamatan Ciruas,” jelasnya.

Melalui program ini, Dindikbud Provinsi Banten berharap lahir bibit-bibit dalang cilik yang mampu berprestasi di tingkat nasional sekaligus menjadi generasi penerus dalam menjaga dan melestarikan seni wayang golek sebagai warisan budaya Banten. (Red)

Deni

Recent Posts

Hari Pertama Jadi Kapolres Pandeglang, AKBP Sonny Gelar Pengajian dan Santuni Anak Yatim

PANDEGLANG, – Hari pertama menjabat sebagai Kapolres Pandeglang, AKBP Sonny Harsono, S.IK., SH, MH., langsung…

5 jam ago

Gunung Anak Krakatau Masih Tremor, Warga Dilarang Mendekat 3 Km

SERANG, - Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda belum juga tenang. Aktivitas tremor…

11 jam ago

Wagub Banten Minta BPKP Kawal APBD dari Perencanaan hingga Pelaksanaan

SERANG, – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)…

15 jam ago

Cegah OTT Pejabat, Dimyati Minta BPKP Kawal Pemerintahan Banten

SERANG, – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah pasang badan untuk memastikan roda pemerintahan di…

17 jam ago

Anak-anak Pushbike Pandeglang Ramaikan Halaman DPRD Tiap Akhir Pekan

PANDEGLANG, – Halaman Gedung DPRD Pandeglang setiap akhir pekan berubah menjadi arena olahraga anak-anak. Puluhan…

1 hari ago

Lebak Kaya Kasepuhan, Tapi Event Budaya Masih Minim Muncul Gagasan Festival Kasepuhan di Rangkasbitung

LEBAK, – Kabupaten Lebak memiliki kekayaan budaya masyarakat adat yang beragam. Namun, potensi tersebut dinilai…

2 hari ago