PANDEGLANG, – Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten menggelar pembinaan intervensi kewaspadaan pangan dan gizi, Kamis (20/11/2025). Kegiatan dibuka langsung Kepala Dinas Ketahanan Pangan Banten, Nasir MD, dan berlangsung di bawah koordinasi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi.
Peserta terdiri dari perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang, aparatur Kecamatan Majasari dan Cadasari, serta kader posyandu dari sejumlah kelurahan dan desa.
Penentuan lokus kegiatan mengacu pada hasil analisis Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) serta Peta Kerentanan dan Kerawanan Pangan (FSVA). Ke depan, intervensi bakal diperluas ke daerah lain sesuai temuan kedua instrumen tersebut.
“Pembinaan ini merupakan amanat UU Pangan Nomor 18 Tahun 2012 dan PP Nomor 18 Tahun 2015 yang mewajibkan pemerintah membangun sistem informasi pangan dan gizi yang terintegrasi,” ujar Nasir MD kepada media, Kamis (20/11/2025).
Nasir menjelaskan, pembinaan ini difokuskan untuk menyampaikan informasi terkait lokasi rawan pangan dan gizi, pemantauan kondisi pangan secara berkelanjutan, serta penyusunan usulan tindakan jangka pendek dan panjang.
Tahun ini, intervensi dipusatkan di Kecamatan Majasari dan Cadasari, Kabupaten Pandeglang. Pemerintah Provinsi Banten akan menyalurkan bantuan pangan kepada 550 keluarga penerima manfaat (KPM) ibu hamil—terdiri dari 380 KPM di Majasari dan 170 KPM di Cadasari.
“Bantuan meliputi susu UHT untuk ibu hamil, kacang hijau, dan gula aren,” kata Nasir.
Ia berharap intervensi ini dapat meningkatkan kesehatan ibu hamil dan perkembangan janin sehingga bayi dapat lahir dan tumbuh sehat, ceria, cerdas, serta terhindar dari stunting. (Red)



