SERANG, –Gubernur Banten Andra Soni menegaskan dirinya tidak anti kritik dalam memimpin Provinsi Banten. Hal itu disampaikan saat menerima pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dari sejumlah cabang di Gedung Negara Provinsi Banten, Jalan Brigjen KH Syam’un, Kota Serang, Kamis (5/3).
Para pengurus yang hadir berasal dari HMI Cabang Serang, Cilegon, Lebak, Pandeglang serta sejumlah pengurus lainnya. Pertemuan tersebut dikemas dalam dialog terbuka yang juga dihadiri para kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
“Hari ini kami berdialog dengan teman-teman HMI Provinsi Banten. Hadir juga kepala-kepala OPD. Ini menjadi refleksi dan masukan bagi kepemimpinan saya bersama Pak Dimyati,” ujar Andra Soni.
Menurutnya, berbagai masukan disampaikan mahasiswa dalam forum tersebut. Mulai dari persoalan pembangunan infrastruktur hingga sektor pendidikan di Provinsi Banten.
“Ini dialog yang sangat positif. Saya membutuhkan kritik, saran, dan masukan dari masyarakat melalui teman-teman HMI. Mudah-mudahan bermanfaat untuk pembangunan Provinsi Banten,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Andra juga memaparkan perkembangan sejumlah program unggulan Pemerintah Provinsi Banten. Salah satunya program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) yang ditujukan untuk meningkatkan akses ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat.
“Tahun ini program tersebut juga akan diperkuat untuk pengentasan kemiskinan ekstrem di desa-desa prioritas,” jelasnya.
Selain itu, Pemprov Banten juga menjalankan program Sekolah Gratis sebagai upaya meningkatkan akses pendidikan sekaligus menekan angka kemiskinan.
Melalui program tersebut, siswa dapat bersekolah di sekolah swasta tanpa terbebani biaya. Ia juga memastikan persoalan ijazah tertahan tidak lagi terjadi karena biaya pendidikan telah ditanggung pemerintah.
“Program Sekolah Gratis memungkinkan anak-anak sekolah di swasta. Ke depan tidak ada lagi ijazah yang tertahan karena sudah dibiayai pemerintah. Pendidikan adalah salah satu jalan keluar dari kemiskinan,” ujarnya.
Pada 2026 mendatang, program tersebut juga akan menyasar Madrasah Aliyah swasta.
Andra juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan di Banten. Salah satunya pada sektor ketahanan pangan.
“Pada 2025, produksi panen padi di Provinsi Banten mencapai 1,8 juta ton. Selain itu, Pemprov Banten juga telah membangun jalan lingkungan sepanjang 407 kilometer,” pungkasnya. (Red)


