KABUPATEN TANGERANG – Upaya percepatan deteksi tuberkulosis (TBC) terus digenjot. Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mengoptimalkan pemanfaatan Tes Cepat Molekuler (TCM) guna meningkatkan akurasi dan kecepatan diagnosis penyakit tersebut.

Melalui Bidang P3PL Tim Kerja P2PM, penguatan dilakukan dengan mempererat koordinasi antar fasilitas pelayanan kesehatan agar penggunaan TCM dapat berjalan maksimal di seluruh layanan.

Kegiatan ini melibatkan tenaga Analis Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) dari UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), 44 UPTD Puskesmas, serta 30 rumah sakit di wilayah Kabupaten Tangerang. Pertemuan digelar secara tatap muka di Gedung Eks DPRD Kabupaten Tangerang.

Dalam kegiatan tersebut, narasumber dari Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia (PDS-PATKLIN) Cabang Banten memberikan penguatan terkait pemanfaatan teknologi diagnostik TCM.

BACA JUGA :  Kadin Indonesia Gaungkan Transformasi Digital UMKM Lewat Program Kampung Digital

Tes Cepat Molekuler (TCM) merupakan metode diagnosis TBC dengan tingkat sensitivitas dan spesifisitas tinggi. Teknologi ini mampu mendeteksi bakteri Mycobacterium tuberculosis, termasuk pada kasus TBC resisten obat.

Optimalisasi penggunaan TCM menjadi faktor krusial dalam memastikan diagnosis yang cepat dan tepat. Dengan demikian, penanganan pasien dapat dilakukan lebih dini serta meningkatkan efektivitas pengobatan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang berharap seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dapat memanfaatkan TCM secara optimal, sehingga kualitas layanan meningkat dan target eliminasi TBC tahun 2030 dapat tercapai.