Bantenonline.com – Estafet kepemimpinan di tubuh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) DPD Banten resmi berganti. Melalui Konferda VI yang digelar di Villa Wira Carita pada Sabtu–Minggu (10–11 Januari 2026), Achmad Huzein Edi Saputra, atau Bung Zein, terpilih sebagai Ketua GMNI DPD Banten periode 2026–2028.

Namun kemenangan ini bukan akhir, melainkan awal dari ujian kepemimpinan yang sesungguhnya. Di tengah kompleksnya persoalan rakyat Banten, GMNI dituntut tidak hanya lantang dalam wacana, tetapi hadir nyata di tengah perjuangan.

Bung Zein menegaskan arah kepemimpinannya akan berpijak kuat pada ideologi marhaenisme dan keberpihakan kepada rakyat.

“Saya akan mewujudkan DPD GMNI Banten sebagai kader marhaenis yang progresif, berakar pada rakyat, serta berdaya secara intelektual dan organisatoris,” tegas Bung Zein.

BACA JUGA :  Pelajar di Pandeglang Terpaksa Melintasi Jalan Berlumpur untuk ke Sekolah

Dengan slogan Bergerak, Berdaya, Berdampak, ia menekankan bahwa GMNI Banten tidak boleh menjadi organisasi menara gading.

“Dengan semangat kolektif, disiplin organisasi, dan kesetiaan pada ajaran Bung Karno, GMNI Banten harus tampil sebagai organisasi kader yang bergerak dalam perjuangan dan berdampak nyata bagi rakyat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD GMNI Banten demisioner Bung Indra Patiwara mengingatkan bahwa dinamika Konferda VI mencerminkan besarnya harapan kader terhadap kepemimpinan baru.

“Saya mengapresiasi seluruh proses Konferda VI ini. Dinamikanya luar biasa dan menghasilkan ketua terpilih Bung Zein,” kata Bung Indra.

Ia menegaskan bahwa tantangan ke depan jauh lebih berat dan membutuhkan keberanian politik.

“Ke depan, DPD GMNI Banten harus lebih progresif dan revolusioner, berjuang bersama rakyat, serta mengawal kepentingan kerakyatan di Provinsi Banten lintas sektoral,” tandasnya.

BACA JUGA :  Berbagai Lomba 10 Program PKK Digelar di Kota Tangerang, Ajang Tukar Wawasan