PANDEGLANG, –Badan Pemantauan Pembangunan Provinsi Banten (BP3B) menyoroti kondisi infrastruktur Jalan Raya Pandeglang–Labuan yang dinilai sudah mengalami kerusakan parah. BP3B meminta kepemimpinan Bupati Pandeglang Dewi Setiani dan Wakil Bupati Iing Andri Supriadi segera melakukan pembangunan jalan secara menyeluruh dan berkualitas.
Ketua Umum BP3B Aang Kunaefi mengatakan, kerusakan jalan terjadi di sejumlah titik, khususnya pada ruas Gardu Tanjak di perempatan Alun-alun Pandeglang hingga Cipacung, Kelurahan Saruni, Kecamatan Majasari.
Kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama dan berdampak pada kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan.
“Kerusakan berupa jalan berlubang dan amblas sudah lama terjadi. Meski sering dilakukan perbaikan oleh dinas terkait, perbaikan tersebut hanya bersifat sementara dan tidak bertahan lama,” kata Aang kepada media, Kamis (15/1/2026).
Ia menuturkan, kerusakan paling parah terjadi pada ruas Cipacung menuju Gardu Tanjak. Hal ini dipicu oleh tingginya intensitas kendaraan berat, terutama truk sumbu tiga bermuatan pasir dari wilayah Jalupang, Kabupaten Lebak, yang melintas setiap hari.
Menurut Aang, ruas jalan tersebut sudah belasan tahun tidak pernah dibangun secara menyeluruh. Kondisi jalan semakin memburuk saat musim hujan karena sistem drainase yang tidak memadai, sehingga air kerap meluap hingga ke badan jalan.
“Sudah saatnya dilakukan pembangunan total dengan kualitas yang baik, termasuk perbaikan drainase agar kerusakan tidak terus berulang,” ujarnya.
BP3B berharap, kepemimpinan Dewi Setiani dan Iing Andri Supriadi menjadikan pembangunan Jalan Pandeglang–Labuan, khususnya ruas Gardu Tanjak hingga Cipacung, sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.
Selain itu, BP3B juga meminta Pemerintah Kabupaten Pandeglang segera melakukan pengerukan di sejumlah titik rawan kecelakaan di Jalan Lintas Timur AMD. Beberapa lokasi yang disebutkan antara lain Tanjakan Lebakseureuh, Kecamatan Karangtanjung, serta Tanjakan Jaliti di depan Kantor DPC Partai Gerindra Pandeglang.
“Jika dilakukan pembenahan, Jalan Lintas Timur Kadubanen diharapkan dapat dilalui kendaraan berat dan angkutan umum, sehingga beban lalu lintas di pusat Kota Pandeglang dapat berkurang. Apalagi jalan tersebut merupakan jalan nasional yang memungkinkan untuk diusulkan pembangunannya ke pemerintah pusat,” jelas Aang.
Sementara itu, Encep, seorang sopir truk boks, mengaku lebih memilih melintas jalur kota meski terdapat larangan. Ia menilai jalur tersebut lebih aman dibandingkan Jalan Lintas Timur AMD.
“Saya terpaksa lewat jalur kota karena lebih nyaman dan aman. Kalau lewat jalan lintas timur AMD rawan kecelakaan, tanjakannya terlalu tajam dan menikung, terutama di tanjakan Lebakseureuh,” ujarnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pandeglang belum memberikan keterangan terkait rencana penanganan infrastruktur jalan tersebut. (Red)
SERANG, –Gubernur Banten Andra Soni tak mau generasi muda terseret arus negatif dunia digital. Ia…
SERANG, –Federasi Hockey Indonesia (FHI) Provinsi Banten menggelar Musyawarah Luar Biasa (Muslub) di Aula Pondok…
PANDEGLANG, –Ketua LSM Hijau Persada, Oman, tak cuma bicara soal lingkungan. Ia turun langsung ikut…
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengidentifikasi delapan potensi korupsi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi…
PANDEGLANG, –Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyebut Ikatan Kesejahteraan Keluarga Minang (IKKM) berperan penting…
TANGERANG, –Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi dukungan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah Banten…