BKPSDM Pandeglang Genjot Penetapan NIP PPPK Paruh Waktu, Sudah 80 Persen Rampung

PANDEGLANG, – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pandeglang terus mempercepat proses penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Saat ini, progresnya sudah mencapai sekitar 80 persen.

Analis SDM Aparatur Ahli Muda BKPSDM Pandeglang, Juwita Mutachirriyah, mengatakan timnya kini berada di tahap input dan persetujuan berkas oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Progresnya sekitar 80 persen. Tahapannya mulai dari input berkas, approval oleh tim BKN, sampai perbaikan dan validasi data yang masih bermasalah,” kata Juwita kepada media, Minggu (26/10/2025).

Menurut Juwita, kendala terbesar yang dihadapi adalah ketidaksesuaian dokumen peserta. Banyak ijazah dan data pribadi yang tidak terbaca jelas atau berbeda dari data pendaftaran awal.

“Beberapa peserta belum memperbarui data pendidikan, jadi kami harus memperbaikinya satu per satu agar datanya valid,” jelasnya.

Untuk mempercepat validasi, tim BKPSDM bahkan bekerja hingga malam hari. Saat ini, sekitar 100 peserta masih memiliki berkas berstatus tidak sesuai (BTS).

“Kalau ada berkas bermasalah, kami langsung hubungi peserta untuk melengkapi. Kalau kesalahan dari kami, langsung kami revisi dan unggah ulang,” ujar Juwita.

BKPSDM mencatat, ada sekitar 5.000 calon PPPK paruh waktu yang terlibat dalam proses penetapan NIP. Sebagian besar berkas kini sudah masuk tahap pemeriksaan akhir oleh BKN.

“Hampir semua sudah selesai, tinggal menunggu verifikasi akhir dari BKN. Kami mohon rekan-rekan PPPK bersabar,” imbuhnya.

Terkait penerbitan Surat Keputusan (SK) dan informasi gaji PPPK paruh waktu, Juwita menyebut keduanya masih menunggu keputusan resmi dari BKN.

“Untuk SK dan gaji masih menunggu penetapan final NIP dari BKN. Mudah-mudahan bisa segera selesai,” tuturnya.

Ia juga menanggapi aspirasi DPRD dan Pemda yang mendorong agar gaji PPPK disesuaikan dengan beban kerja dan kebutuhan hidup layak.

“Kami berharap pembahasan di TAPD bisa segera rampung dan hasilnya berpihak pada PPPK paruh waktu,” kata Juwita.

Hingga kini, ribuan tenaga honorer di Pandeglang masih menanti kejelasan penerbitan SK pengangkatan dari BKN. (Red)

Deni

Recent Posts

Ketua Fraksi PKS DPRD Pandeglang Dukung Deklarasi Penolakan LGBT

PANDEGLANG, –Ketua Fraksi PKS DPRD Pandeglang, Dede Sumantri, menyatakan dukungannya terhadap deklarasi penolakan LGBT yang…

2 jam ago

RPM dan Ormas Desak Perbup Penolakan LGBT, DPRD Pandeglang Siap Dorong Pemkab

PANDEGLANG, –Relawan Pencegahan Maksiat (RPM) bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) dan BKMT menggelar aksi damai…

2 jam ago

Pemkab Pandeglang Apresiasi Kiprah Unma, 450 Mahasiswa Diterjunkan dalam KKN Tematik

PANDEGLANG, –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang mengapresiasi peran Universitas Mathla'ul Anwar (Unma) Banten dalam mendukung pembangunan…

5 jam ago

Irbansus Banten: Korupsi Berawal dari Kebiasaan Kecil, Guru Harus Jadi Teladan Integritas

TANGERANG, –Korupsi tidak selalu berawal dari penyalahgunaan anggaran bernilai miliaran rupiah. Kebiasaan yang kerap dianggap…

17 jam ago

Di Tengah APBD Banten Terus Menyusut, Anggaran Jasa Tenaga Ahli Malah Naik Hingga Rp55 Miliar

Bantenonline.com – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten terus mengalami penyusutan dalam tiga…

19 jam ago

25 Tahun Menanti, Warga Mekarsari Sambut Antusias Pembangunan Jembatan Bang Andra

SERANG, –Masyarakat Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, menyambut antusias pembangunan Jembatan Piano yang digagas…

20 jam ago