BERITA HOT

Bentangkan Merah Putih 10 Meter di Gunung Prakasak, Pendaki Banten Gaungkan Semangat Pancasila

PANDEGLANG, –Komunitas Pendaki Banten memperingati Hari Lahir Pancasila dengan cara berbeda. Mereka membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 10 meter di puncak Gunung Prakasak, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Minggu (31/5/2026).

Aksi tersebut menjadi puncak kegiatan bertajuk Fun Tektok-Ceremony, One Day Trip yang mengusung tema Eco Nationalism: Merawat Tanah Air, Merawat Indonesia. Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni.

Rangkaian acara diawali dengan upacara bendera di Base Camp Cisuar, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang. Selanjutnya, peserta melakukan pendakian ramah lingkungan menuju puncak Gunung Prakasak sebelum membentangkan bendera Merah Putih raksasa.

Bendera Merah putih ukuran 10 meter terbentang di Puncak Gunung Prakasak.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Komunitas Pendaki Banten bersama Pendaki Cantik, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pandeglang, Montenesia Banten, komunitas pencinta alam, serta sejumlah media partner.

Penanggung Jawab Kegiatan, Adit, mengatakan peringatan Hari Lahir Pancasila ini bertujuan menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada generasi muda, khususnya para pencinta alam.

“Kami mengawali kegiatan dengan upacara bendera di Base Camp Cisuar, kemudian melakukan pendakian ramah lingkungan dan ditutup dengan pembentangan bendera raksasa di puncak Gunung Prakasak. Konsepnya dibuat menyenangkan agar peserta tetap merasakan keseruan mendaki sekaligus memahami nilai-nilai kebangsaan,” kata Adit.

Menurutnya, semangat cinta tanah air tidak hanya diwujudkan melalui seremoni, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan dan pelestarian alam.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (PSDP dan Ekraf) Disparbud Pandeglang, Mia Maulani Rizki, menilai tingginya minat generasi muda terhadap aktivitas pendakian dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan nasionalisme dan kesadaran lingkungan.

“Tujuannya agar tumbuh rasa cinta tanah air dalam diri mereka. Salah satu bentuk nyatanya adalah menjaga dan merawat alam sebagai bagian dari kecintaan terhadap Indonesia,” ujar Mia yang bertindak sebagai pembina upacara.

Mia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

“Alam ini milik bersama. Karena itu, menjaga dan melestarikannya juga menjadi tanggung jawab bersama agar tetap bisa dinikmati oleh generasi mendatang,” pungkasnya. (Red)

Deni

Recent Posts

DPRD Pandeglang Setujui Perubahan KUA-PPAS 2026, Pendapatan Daerah Melorot Rp170 Miliar

PANDEGLANG, – DPRD Kabupaten Pandeglang resmi menyetujui perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran…

1 jam ago

Tak Sekadar Kejar Target, Andra Soni Ingin Semua Warga Banten Sehat Lewat CKG

TANGERANG, – Gubernur Banten Andra Soni tak ingin Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hanya sekadar…

2 jam ago

Balik ke Sekolah, Mentrans Iftitah Jadi Pembina Upacara Saya Datang Sebagai Alumni, Bukan Menteri

PANDEGLANG, – Ada yang spesial dari kunjungan Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara ke SMP…

9 jam ago

DPRD Pandeglang Acungi Jempol TNI AD Bangun Jalan 18 Km di Cimanggu

PANDEGLANG, – TNI Angkatan Darat (AD) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat. Sebanyak 18 kilometer jalan…

10 jam ago

105 Siswa Banten Dibidik Tembus Kampus Dunia Lewat Program Super Camp

PANDEGLANG, – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tak mau talenta muda daerah hanya jago kandang. Sebanyak…

1 hari ago

Buka Turnamen Catur Pelajar, Dimyati Ingin Lahir Grandmaster dari Banten

TANGERANG, – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah punya harapan besar dari turnamen catur pelajar…

1 hari ago