LAYANAN PUBLIK

ASN Banten Masih Santai? 50 Persen Belum Ngantor Usai Lebaran

SERANG – Hari pertama masuk kerja usai libur panjang Lebaran 2026 di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten belum sepenuhnya berjalan normal. Sekitar 50 persen aparatur sipil negara (ASN) diketahui belum kembali ke kantor dan masih menjalankan tugas melalui skema Work From Anywhere (WFA).

Kondisi ini membuat aktivitas di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terlihat belum pulih sepenuhnya. Sebagian pegawai masih bekerja secara fleksibel dari luar kantor, sementara sisanya telah kembali menjalankan tugas secara langsung.

Kebijakan WFA ini berlaku selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 Maret 2026. Pengaturan kehadiran ASN diserahkan kepada masing-masing OPD, dengan komposisi 50 persen bekerja di kantor dan 50 persen lainnya secara jarak jauh.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten, Ai Dewi Suzana, menegaskan bahwa skema tersebut telah dirancang sebelum masa libur dimulai.

“Setiap OPD sudah mengatur pembagian kehadiran pegawai. Data ASN yang menjalankan WFA juga telah disiapkan sebelumnya,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Ia memastikan, meskipun tidak seluruh ASN hadir secara fisik, pelayanan publik tetap berjalan seperti biasa. Menurutnya, pengaturan jadwal yang matang menjadi kunci agar layanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Kebijakan ini mengacu pada Surat Edaran Gubernur Banten Nomor 4 Tahun 2026 tentang penyesuaian pelaksanaan tugas selama libur nasional dan cuti bersama Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri. Selain untuk menjaga kelancaran pelayanan, langkah ini juga bertujuan mengurai kepadatan arus mudik dan balik serta menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Meski demikian, kebijakan kerja fleksibel ini mendapat sorotan dari kalangan legislatif. Anggota Komisi I DPRD Banten, Efu Saefullah, mengingatkan agar WFA tidak dimanfaatkan untuk memperpanjang suasana libur.

“ASN yang menjalankan WFA tetap harus disiplin, menyelesaikan tugas, dan menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, dalam situasi yang membutuhkan penanganan langsung, ASN harus tetap siap hadir ke kantor tanpa penundaan.

“Kalau ada hal mendesak, harus segera ke kantor. Pelayanan kepada masyarakat tetap nomor satu,” pungkasnya.

Pemerintah Provinsi Banten berharap sistem kerja kombinasi ini tetap mampu menjaga produktivitas ASN sekaligus memastikan roda pemerintahan berjalan optimal di masa transisi pasca libur Lebaran.

redaksi

Recent Posts

HUT ke-55 Korpri Pandeglang Resmi Dibuka, Puluhan Lomba Digelar hingga 26 November

PANDEGLANG, – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Pandeglang…

1 hari ago

Banten Borong Dua Gelar di Festival Dalang Anak Nasional, Rizqi Juara 1!

JAKARTA – Prestasi membanggakan ditorehkan dalang cilik asal Banten di panggung nasional. Dua wakil Banten…

1 hari ago

Pengurus Gerindra se-Banten Dilantik, Dasco Panaskan Mesin Politik Menuju Kemenangan 2029

TANGERANG, – Partai Gerindra mulai memanaskan mesin politik di Provinsi Banten. Seluruh pengurus Dewan Pimpinan…

5 hari ago

Pengurus DPC PKB Pandeglang 2026-2031 Dikukuhkan, Nawawi Dorong Anggaran Pesantren dan Madrasah

PANDEGLANG, – Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pandeglang periode 2026-2031…

6 hari ago

PKB Pandeglang Dikukuhkan, Cak Imin Panaskan Mesin Partai, Targetkan Kemenangan Pemilu 2029

PANDEGLANG, – Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar mulai memanaskan mesin…

6 hari ago

Hari Kelima Operasi Patuh Maung 2026, Polisi Masih Temukan Banyak Pelanggaran Tak Pake Helm hingga Main HP

PANDEGLANG – Operasi Patuh Maung 2026 yang digelar Satlantas Polres Pandeglang memasuki hari kelima, Jumat…

6 hari ago