Anggota DPRD Pandeglang Soroti Papan Proyek Konsolidasi, Sebut Informasinya Bikin Bingung

PANDEGLANG, – Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang dari Fraksi PPP, H. Rusmiyadi, menyoroti papan informasi proyek infrastruktur yang bersumber dari program pokok pikiran (pokir) dewan. Menurutnya, informasi pada papan proyek tersebut tidak lengkap sehingga membingungkan masyarakat maupun anggota DPRD saat melakukan pengawasan.

Hal itu disampaikan Rusmiyadi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Pandeglang yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Asep Rahmat di Gedung DPRD Pandeglang, Rabu (29/7/2026).

Ini papan proyek pembangunan jalan dari program pokir DPRD Pandeglang yang terpasang di lokasi.

Rusmiyadi mengaku menemukan sejumlah papan proyek yang hanya mencantumkan keterangan “program konsolidasi” tanpa menjelaskan secara rinci jenis pekerjaan, volume, maupun nilai anggaran.

“Saya melihat langsung di lapangan. Di papan proyek hanya tertulis program konsolidasi. Lebarnya berapa, panjangnya berapa, jenis pekerjaannya apa, sampai nilai anggarannya juga tidak dicantumkan. Ini tentu membingungkan masyarakat maupun anggota dewan yang melakukan pengawasan,” ujar Rusmiyadi.

Ia meminta Sekda Asep Rahmat menyampaikan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) pelaksana agar memperbaiki format papan proyek sehingga informasi yang disajikan lebih transparan dan mudah dipahami masyarakat.

Menurut Rusmiyadi, papan proyek seharusnya memuat informasi secara lengkap, mulai dari jenis pekerjaan, volume, hingga besaran anggaran. Dengan begitu, publik dapat mengetahui pekerjaan yang sedang dilaksanakan sekaligus memudahkan proses pengawasan.

“Kalau misalnya pekerjaan paving block sepanjang 100 meter dengan anggaran tertentu, itu harus ditulis secara jelas. Jangan hanya dicantumkan satuan atau nama programnya saja. Format seperti sekarang kurang elok dan menyulitkan pengawasan,” tegasnya.

Rusmiyadi berharap Pemerintah Kabupaten Pandeglang segera mengevaluasi teknis pemasangan papan proyek agar seluruh pekerjaan yang dibiayai APBD dapat diketahui secara terbuka oleh masyarakat.

Sementara Kepala OPD terkait di Pemkab Pandeglang maupun Sekretaris Daerah (Sekda) Asep Rahmat belum bisa dimintai keterangan terkait hal tersebut. (Red)

Deni

Recent Posts

BAPERA Banten Istighosah, Doakan 8 Korban Hilang di Selat Sunda

PANDEGLANG, – Suasana haru menyelimuti Posko SAR Carita, Pandeglang, Sabtu (12/9/2026) malam. Ratusan kader Barisan…

1 jam ago

Hari Kelima Pencarian 8 Orang Hilang, Basarnas Temukan Jeriken hingga Jaket Merah

PANDEGLANG, – Upaya pencarian lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) yang hilang kontak…

6 jam ago

Hari Kelima Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda, Kapolda Banten: Masih Nihil

PANDEGLANG, – Pencarian delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki hari kelima.…

9 jam ago

Hari Kelima, Wamen Komdigi Pantau Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda

PANDEGLANG, – Upaya mencari lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) yang hilang kontak…

11 jam ago

Waka II BAZNAS Banten Standby di Dapur Umum Posko Pencarian 5 Jurnalis dan 3 ABK

PANDEGLANG, – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten turun tangan membantu operasi pencarian lima…

12 jam ago

JNI dan Aliansi Masyarakat Anti Matel Geruduk Kantor Adira Lebak

LEBAK, – Jurnalis Nasional Indonesia (JNI) Banten bersama Aliansi Masyarakat Anti Matel menggelar aksi unjuk…

1 hari ago