SERANG, – Gubernur Banten Andra Soni tancap gas. Program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dipercepat. Targetnya jelas: bereskan sampah, sekaligus nambah pasokan energi.
Kesepakatan penting diteken bareng Pemkot Serang, Pemkot Cilegon, dan Pemkab Serang.
Langkah ini juga nyambung dengan pengembangan PSEL di wilayah Tangerang Raya. Acara berlangsung di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Jumat (27/3/2026), dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.
Andra Soni menegaskan, program ini bukan sekadar urusan sampah. Ada efek besar ke energi dan ekonomi daerah.
“Ini bukan cuma soal sampah. Ini soal masa depan energi dan pembangunan Banten,” tegas Andra.
Menurutnya, kunci sukses ada di sinergi pusat dan daerah. Tanpa itu, program besar seperti ini sulit jalan mulus.
“Sinergi pusat-daerah itu wajib. Harus kompak kalau mau pengelolaan sampah modern dan berkelanjutan terwujud,” sambungnya.
Tak cukup sampai di situ, Andra juga wanti-wanti soal komitmen. Koordinasi dan pengawasan harus jalan terus supaya program ini nggak mandek di tengah jalan.
Ia juga mengajak masyarakat ikut turun tangan. Soalnya, urusan sampah bukan cuma PR pemerintah.
“Semua harus terlibat. Mulai dari hal sederhana, pilah sampah dari rumah,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyebut langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional. Ia membeberkan, potensi sampah di dua kawasan Banten bisa tembus 4.000 ton per hari.
“Ini langkah besar. Sampah ke depan bukan dibuang, tapi diubah jadi energi listrik,” kata Hanif.
Namun, ia mengingatkan satu hal krusial: pemilahan sampah dari awal. Tanpa itu, biaya bisa membengkak.
“Apapun teknologinya, kuncinya satu: sampah harus terpilah. Kalau tidak, mahal,” tegasnya.
Hanif juga mengungkapkan, pembangunan fasilitas PSEL butuh waktu sekitar 2,5 hingga 3 tahun sampai bisa beroperasi.
Ke depan, program ini diyakini bikin anggaran lebih efisien. Sampah berkurang, energi bertambah, beban negara pun bisa ditekan. (Red)


