PANDEGLANG, – Badan Pemantau Pembangunan Provinsi Banten (BP3B) mendesak pemerintah daerah hingga pemerintah pusat segera melakukan pengerukan dan pemerataan jalan di tanjakan Jaliti AMD Kadubanen, Kabupaten Pandeglang. Ruas jalan tersebut dinilai rawan kecelakaan, terutama bagi kendaraan bertonase besar.

Dalam sepekan terakhir, sejumlah truk bermuatan berat dilaporkan terguling saat melintasi tanjakan tersebut. Kondisi jalan yang terlalu curam, ditambah muatan kendaraan yang melebihi kapasitas, disebut menjadi penyebab utama kecelakaan.

“Benar, di tanjakan Jaliti AMD Kadubanen, tepatnya di depan Kantor DPC Partai Gerindra Pandeglang, sering terjadi truk besar bermuatan barang terbalik. Bahkan, kerap memicu kecelakaan beruntun hingga menimbulkan korban jiwa,” kata Ketua Umum BP3B, H Aang Kunaefi, kepada media, Minggu (11/1/2026).

BACA JUGA :  Dapur SPPG di Banjarsari Meledak, Tiga Pegawai Terluka

Aang mantan aktivis 98 ini menilai pemerintah, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), perlu segera mengambil langkah konkret dengan meratakan kontur jalan agar tidak terlalu menanjak dan membahayakan pengguna jalan.

Ia juga meminta Pemerintah Provinsi Banten lebih serius memperhatikan kondisi infrastruktur jalan yang rawan kecelakaan, terutama di wilayah Banten Selatan.

“Selain tanjakan Jaliti AMD Kadubanen, masih ada titik rawan lain yang perlu perhatian serius, seperti tanjakan Bangangah di Mandalawangi. Jaliti AMD Kadubanen merupakan jalan nasional dengan arus lalu lintas cukup padat, sehingga pemerataan jalan harus segera dilakukan demi keselamatan pengguna jalan,” ujarnya. (Red)