LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak resmi meluncurkan Keraton UMKM Lebak Ruhay di kawasan Jalan Sunan Kalijaga, Rangkasbitung, Jumat (21/8/2026).

Pusat UMKM yang diresmikan Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya ini diharapkan menjadi salah satu motor penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Keraton UMKM Lebak Ruhay diproyeksikan menjadi pusat pemasaran produk unggulan dan kuliner khas Kabupaten Lebak. Tak sekadar tempat jual-beli, lokasi tersebut juga disiapkan sebagai ruang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan produk, memperluas jaringan pemasaran, hingga meningkatkan daya saing.

Sebelumnya, Keraton UMKM Lebak Ruhay diinformasikan akan diluncurkan bersamaan dengan rangkaian peringatan Hari Koperasi. Namun, peluncuran akhirnya digelar pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya mengatakan, kehadiran Keraton UMKM diharapkan membuka ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal untuk mengembangkan sekaligus memasarkan produknya.

BACA JUGA :  Kepengurusan Karang Taruna Pandeglang 2026–2030 Disahkan, Iing Andri Supriadi Jadi Ketua

Menurut Hasbi, penguatan UMKM menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Terlebih, Kabupaten Lebak memiliki beragam potensi lokal yang dapat diolah menjadi produk bernilai tambah.

“Keraton UMKM ini diharapkan menjadi tempat untuk memasarkan produk-produk UMKM Lebak sekaligus mendorong pelaku usaha agar semakin berkembang dan mampu bersaing,” ujar Hasbi.

Peresmian tersebut turut dihadiri Komandan Kodim 0603/Lebak Letkol Inf. I Gede Mahendra Subrata, S.I.P., M.I.P., M.Sc., serta Kapolres Lebak AKBP Arninsi, S.H., S.I.K., M.Si.

Kehadiran jajaran Forkopimda itu menjadi sinyal dukungan terhadap pengembangan UMKM sebagai salah satu sektor penting penggerak ekonomi daerah.

Keraton UMKM Lebak Ruhay juga tidak hanya diarahkan sebagai pusat transaksi. Pemerintah berharap tempat tersebut menjadi wadah peningkatan kreativitas dan kualitas produk, termasuk dari sisi kemasan serta kemampuan pelaku usaha membaca peluang pasar.

BACA JUGA :  H+4 Lebaran, Bupati Dewi Pantau Langsung Arus Balik

Sejumlah potensi lokal Lebak dinilai punya peluang besar untuk dikembangkan. Mulai dari gula aren, pisang, singkong, melinjo, hingga produk kriya seperti fashion muslim, tenun Baduy dan batik Lebak.

Upaya itu sejalan dengan program Pemkab Lebak dalam memperkuat sektor UMKM. Dinas Koperasi dan UKM Lebak sebelumnya juga mendorong kegiatan business matching untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra sekaligus membuka akses pasar baru.

Dengan adanya Keraton UMKM Lebak Ruhay, pemerintah berharap produk lokal tidak hanya berputar di pasar Lebak, tetapi mampu merambah pasar yang lebih luas.

“Yang paling penting adalah bagaimana UMKM kita terus tumbuh, produknya semakin baik, pemasarannya semakin luas, dan memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Hasbi.

BACA JUGA :  Bupati Dewi Setiani Panen Raya Jagung di Saketi Seluas 2 Hektar

Peluncuran Keraton UMKM Lebak Ruhay berlangsung semarak. Penampilan barongsai turut menghibur para tamu undangan dan masyarakat yang hadir.

Ke depan, Keraton UMKM Lebak Ruhay diharapkan menjadi salah satu motor baru perekonomian daerah melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.

Dengan dukungan tersebut, UMKM Lebak diharapkan semakin maju, mandiri, inovatif, dan berdaya saing. Pada akhirnya, potensi lokal tidak sekadar menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga mampu diolah menjadi kekuatan ekonomi yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. (Red)