PANDEGLANG, –Gubernur Banten Andra Soni menyoroti hasil panen pertanian di Kabupaten Pandeglang yang masih banyak diserap pengusaha dari luar daerah. Kondisi ini dinilai membuat nilai tambah sektor pertanian belum sepenuhnya dinikmati masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Hal itu disampaikan Andra Soni saat menghadiri panen raya padi organik PS-08 di kawasan Yayasan Bhakti Bela Negara, Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis (30/7/2026). Dalam kegiatan itu, Andra didampingi Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni dan Plt. Kepala Distan Provinsi Banten Dr.M. Nasir, SP. Panen dilakukan di lahan pertanian seluas sekitar 1.500 hektare.
Menurut Andra, pembangunan sektor pertanian tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan produksi. Yang tak kalah penting, hasil panen harus mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
“Di Pandeglang kita mendapatkan banyak laporan, hasil panen kita banyak diserap oleh pengusaha dari luar. Harapan kita tentunya pengusaha lokal kita atau kita sendiri bisa membangun RMU di wilayah Pandeglang,” ungkap Andra kepada wartawan usai acara tersebut.
Karena itu, ia mendorong pelaku usaha lokal membangun Rice Milling Unit (RMU) agar gabah petani dapat diolah di Pandeglang sebelum dipasarkan. Dengan cara tersebut, nilai jual hasil panen bisa meningkat sekaligus memperkuat ekonomi daerah.
“Supaya kita bisa menyerap secara langsung. Kita unggul dari sisi transportasi,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Pemprov Banten juga memulai gerakan tanam jagung hibrida PS-08 di lahan seluas 500 hektare sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan.
Andra menjelaskan, varietas padi PS-08 saat ini masih dalam proses penelitian dan sertifikasi. Sementara jagung hibrida PS-08 telah mengantongi sertifikat sehingga siap dikembangkan secara lebih luas.
“Gerakan ini salah satu upaya kita untuk meningkatkan produktivitas beras dan jagung,” katanya.
Pemprov Banten, lanjut Andra, juga terus memperkuat sektor pertanian melalui pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi serta penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah pusat.
“Bantuan tersebut dimanfaatkan Brigade Pangan untuk mendukung kegiatan panen dan meningkatkan produktivitas pertanian di Banten,” ujarnya. (Red)


