PANDEGLANG, –PT BPR Amal Bhakti Sejahtera (Bank ABS) resmi memindahkan kantor pusatnya dari Kecamatan Labuan ke kawasan Cigadung, Kecamatan Karang Tanjung, tepatnya di Jalan Raya Serang-Pandeglang. Kantor baru yang berada di pusat Kota Pandeglang itu akan diresmikan melalui grand opening pada Sabtu (18/7/2026).

Direktur Utama Bank ABS, Baidowi, SH, MH mengatakan relokasi kantor dilakukan untuk meningkatkan kinerja bisnis sekaligus memperluas pangsa pasar.

“Lokasi baru ini lebih strategis sehingga kami bisa lebih dekat dengan masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan warga yang membutuhkan pembiayaan. Kami ingin pelayanan semakin optimal dan jangkauan bisnis semakin luas,” kata Baidowi, SH kepada wartawan, Jumat (17/7/2026) di sela persiapan grand opening.

Menurut Baidowi, sebagai lembaga intermediasi, Bank ABS menghimpun dana masyarakat melalui tabungan untuk kemudian disalurkan kembali dalam bentuk kredit produktif.

BACA JUGA :  Kejari Pandeglang Gelar Lomba Cerdas Cermat Hakordia, SMAN 1 Pandeglang Jadi Juara
IMG20260717193602-300x225 Bank ABS Pindah ke Pusat Kota Pandeglang, Bidik UMKM hingga Edukasi Keuangan
Direktur Utama Bank ABS Pandeglang Baidowi, SH, MH.

Karena itu, pihaknya terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat dan berbagai instansi di Kabupaten Pandeglang. Salah satu program yang didorong yakni Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel) sebagai implementasi program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) satu pelajar satu rekening.

“Kami sudah mendatangi sejumlah sekolah dan responsnya sangat positif. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sejak usia dini,” ujarnya.

Di sisi pembiayaan, Bank ABS berkomitmen meningkatkan penyaluran kredit dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential banking). Setiap pengajuan kredit akan melalui analisis usaha dan penilaian agunan secara menyeluruh.

“Yang paling utama sebenarnya adalah kelayakan usahanya. Namun jaminan juga harus memenuhi syarat agar risiko kredit dapat diminimalkan,” jelasnya.

BACA JUGA :  Kumaedi Dukung Turnamen Sepak Bola Kharisma Cup di Sukajadi Cibaliung

Saat ini jumlah nasabah Bank ABS masih di bawah 500 orang dan mayoritas merupakan nasabah kredit dengan skema potong gaji. Meski demikian, bank tersebut tetap berpegang pada visi menjadi bank yang sehat dan terkemuka di daerah dengan misi mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Sejak berdiri pada 1998, tujuan utama Bank ABS adalah membantu pengembangan ekonomi UMKM di Pandeglang,” ungkap Baidowi.

Ia mengakui industri perbankan saat ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk kredit bermasalah. Karena itu, Bank ABS memilih lebih selektif dalam menyalurkan pembiayaan kepada sektor-sektor yang dinilai memiliki risiko lebih rendah.

Selain memperkuat pembiayaan, Bank ABS juga akan meningkatkan edukasi dan literasi keuangan kepada masyarakat. Sesuai ketentuan OJK, setiap bank wajib menyelenggarakan edukasi keuangan sedikitnya dua kali dalam setahun.

BACA JUGA :  Andra Soni Dukung DOB Cilangkahan, Fokus Percepat Infrastruktur di Banten Selatan

“Kalau memungkinkan kami akan melaksanakan tiga sampai empat kali dalam setahun. Edukasi ini penting agar masyarakat semakin memahami produk dan layanan perbankan,” katanya.

Baidowi juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap maraknya pinjaman online ilegal. Menurutnya, masyarakat sebaiknya memanfaatkan layanan lembaga keuangan resmi yang berada di bawah pengawasan OJK.

“Kami ingin masyarakat terhindar dari jeratan pinjaman online. Kalau membutuhkan pembiayaan, sebaiknya melalui lembaga keuangan yang legal dan diawasi OJK sehingga lebih aman,” tegasnya.

IMG20260717194436-300x225 Bank ABS Pindah ke Pusat Kota Pandeglang, Bidik UMKM hingga Edukasi Keuangan

Dengan beroperasinya kantor pusat baru di pusat Kota Pandeglang, Bank ABS optimistis mampu meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM, serta memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat. (Red)