PANDEGLANG, –Kabupaten Pandeglang dikenal sebagai salah satu daerah dengan potensi alam terbesar di Provinsi Banten. Daerah yang dijuluki The Sunset of Java dan Kota Badak ini memiliki luas wilayah sekitar 2.746,81 kilometer persegi dengan jumlah penduduk mencapai 1,43 juta jiwa pada 2026.

Beragam destinasi wisata unggulan berada di wilayah ini, mulai dari kawasan pantai di Carita hingga Tanjung Lesung. Pandeglang juga memiliki Taman Nasional Ujung Kulon yang berstatus Situs Warisan Dunia UNESCO sekaligus habitat badak Jawa bercula satu yang langka.

Namun, di balik besarnya potensi tersebut, kondisi infrastruktur jalan di sejumlah wilayah Banten Selatan masih menjadi perhatian masyarakat. Salah satunya berada di Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang.

BACA JUGA :  Kader Gerindra Pandeglang Tolak Masuknya Budi Arie Setiadi

Warga Cibitung, Arif Wahyudin, menilai pembangunan infrastruktur jalan di wilayahnya belum mendapat perhatian maksimal dari pemerintah daerah.

“Pandeglang sudah berusia 152 tahun. Namun hingga saat ini masih banyak jalan rusak yang belum mendapatkan penanganan, khususnya di wilayah Kecamatan Cibitung,” kata Arif kepada wartawan, Kamis (25/6/2026).

Menurut Arif, kerusakan jalan menjadi keluhan utama warga karena menghambat aktivitas sehari-hari, termasuk mobilitas masyarakat dan distribusi hasil perekonomian.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Pandeglang segera memperbaiki ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Kampung Cikalong, Desa Cikalong dengan Kampung Cikadu, Desa Cikadu, Kecamatan Cibitung.

“Kami berharap Pemkab Pandeglang tidak apatis terhadap pembangunan infrastruktur jalan. Ruas jalan Cikalong-Cikadu merupakan jalan kabupaten yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA :  Jembatan Blengbeng di Cikeusik Rampung Dibangun TNI, Warga Kini Lebih Aman Beraktivitas

Arif menyebut kondisi serupa juga masih ditemukan di sejumlah ruas jalan lain di Kecamatan Cibitung.

“Masih banyak infrastruktur jalan di Kecamatan Cibitung yang rusak dan belum mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah,” pungkasnya. (Red)