SERANG, –Suasana Lapangan Kantor Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Senin (18/5/2026), tampak berbeda dari biasanya. Puluhan ibu rumah tangga terlihat antusias mengikuti pelatihan pembuatan pempek dan tekwan yang dipandu langsung Chef Reza Fahrefi bersama timnya.
Peserta duduk berkelompok memperhatikan proses pembuatan makanan khas Palembang tersebut. Sesekali terdengar tawa dan obrolan ringan, namun perhatian mereka tetap tertuju pada adonan ikan yang sedang diolah.
Kegiatan itu diinisiasi Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni bersama TP PKK Kota Serang. Pelatihan digelar untuk memberikan keterampilan tambahan bagi ibu rumah tangga agar dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga.
Chef Reza Fahrefi menjelaskan tahapan pembuatan pempek dan tekwan secara rinci, mulai dari pemilihan bahan, proses pencampuran adonan, hingga teknik penyajian. Para peserta juga diberi kesempatan mencoba langsung membuat olahan tersebut.
Tinawati berharap para peserta mengikuti pelatihan dengan serius hingga selesai. Menurutnya, keterampilan sederhana seperti membuat makanan dapat menjadi peluang usaha rumahan yang menjanjikan.
“Pelatihan ini diharapkan bisa diikuti serius sampai akhir. Nanti di rumah ibu-ibu bisa berjualan dan mendapatkan tambahan penghasilan untuk keluarga,” kata Tinawati didampingi Ketua TP PKK Kota Serang Arfina Rustandi.
Selain pelatihan usaha, Tinawati juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah untuk menanam kebutuhan dapur seperti cabai, tomat, dan sayuran.
Menurutnya, langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga sehari-hari.
“Kita bisa mengatur ekonomi keluarga dari hal terkecil. Misalnya suami memberi uang belanja Rp 50 ribu, kalau kita bisa menghemat Rp 10 ribu karena menanam cabai atau sayuran sendiri, itu bisa disisihkan untuk kebutuhan lain di rumah,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, TP PKK Provinsi Banten bersama TP PKK Kota Serang juga menggelar sosialisasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) melalui pemberian bantuan makanan bergizi bagi keluarga berisiko stunting.
Tinawati juga berdialog langsung dengan sejumlah warga. Salah satunya Nia Herlina (20), warga Lingkungan Ciranjang, Kasemen, yang tengah mengandung anak pertama dengan usia kehamilan tiga bulan.
Dalam perbincangan itu, Tinawati mengajak Nia menjaga kesehatan selama masa kehamilan dengan rutin mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak sayur, serta aktif memeriksakan kandungan di posyandu.
“Kehamilan harus dijaga baik-baik. Makan yang sehat dan rutin periksa supaya ibu dan bayinya sehat,” ucapnya. (Red)

