SERANG, –Pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN) mengalokasikan anggaran sebesar Rp47.115.600.000 per hari untuk membiayai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Banten.

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Dadang Hendrayudha mengatakan, anggaran tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan makan bergizi bagi jutaan penerima manfaat di Banten.

“Setiap hari program ini sudah memberikan manfaat kepada 3.141.040 orang. Artinya, negara harus mengeluarkan biaya sekitar Rp47.115.600.000 per hari. Sedangkan untuk kebutuhan per bulan, dengan asumsi 22 hari sekolah, mencapai Rp1.036.543.200.000,” jelas Dadang kepada wartawan, Sabtu (16/5/2026) di Serang.

Dadang mengatakan, saat ini jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah berdiri di Banten mencapai 2.064 unit. Namun, yang sudah beroperasi baru sebanyak 1.084 SPPG.

BACA JUGA :  Mashudi, Bos Radar Banten Group Terpilih Jadi Ketua PWI Banten Periode 2024-2029

“Jumlah penerima manfaat di Provinsi Banten sebanyak 3.141.040 orang. Sementara jumlah SPPG yang sudah berdiri ada 2.064, dan yang telah beroperasi sebanyak 1.084 SPPG,” katanya.

Menurutnya, keberadaan ribuan dapur SPPG tersebut juga berdampak pada pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya kelompok desil 1 dan 2.

“Keberadaan ribuan SPPG ini mampu membuka lapangan pekerjaan bagi keluarga yang masuk kelompok desil 1 dan 2 hingga 20 persen,” ujarnya.

IMG-20260517-WA0030-300x200 Pemerintah Kucurkan Rp47,1 Miliar per Hari untuk Program MBG di Banten
Gubernur Banten Andra Soni saat melakukan pemantauan pelaksanaan pemberian MBG.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mengawal pelaksanaan Program MBG agar berjalan optimal, tepat sasaran, dan berkualitas melalui pengawasan lintas sektor.

BACA JUGA :  Anggota DPRD Pandeglang Prihatin Keluhan Warga soal Tambang Batu di Cibitung

“Kami perlu memastikan seluruh kepala daerah di Banten menjadi bagian utama dari suksesnya pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis,” tandas Andra.

Ia menilai, keterlibatan pemerintah daerah dalam pengawasan program sangat penting untuk menjaga kualitas serta keberlanjutan program MBG.

“Kami meminta BGN melibatkan daerah secara aktif dalam pengawasan. Program yang baik harus diimbangi dengan pengawasan agar berjalan optimal,” ujarnya.

Andra juga menyebut program MBG turut memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten.

“Dengan adanya laporan program makan bergizi gratis, Alhamdulillah pertumbuhan ekonomi Banten juga ikut meningkat,” imbuhnya. (Aldo)