GAYA HIDUP

Gubernur Andra Soni: KUA-PPAS 2026 Disusun Selaras dengan RKPD dan Kebijakan Nasional

SERANG, – Gubernur Banten Andra Soni menyebut penyusunan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2026 mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026.

Langkah ini juga diselaraskan dengan rencana kerja pemerintah pusat dan kebijakan pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Banten.

“Penyusunan kebijakan umum APBD Provinsi Banten tahun anggaran 2026 bertujuan menyesuaikan kerangka ekonomi makro daerah sesuai kondisi terkini agar lebih akuntabel,” kata Andra seusai menghadiri rapat paripurna penandatanganan nota kesepakatan KUA-PPAS APBD 2026 di Gedung DPRD Banten kepada media, Selasa (11/11/2025).

Andra menjelaskan, penyesuaian tersebut mencakup pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan indikator makro lainnya. Ia menyebut penyusunan APBD 2026 dilakukan agar lebih rasional dan realistis.

“Tentu ini sudah dibahas bersama dan tercantum dalam dokumen KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2026,” ujarnya.

Menurut Andra, tahun anggaran 2026 menjadi tahun pertama pelaksanaan RPJMD 2025–2029. Karena itu, sejumlah hal perlu diperhatikan, seperti keselarasan prioritas daerah dan nasional, pemenuhan belanja wajib, serta pelaksanaan delapan program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten.

“Program unggulan itu antara lain Banten Bagus, Banten Cerdas, Banten Indah, Banten Kuat, Banten Makmur, Banten Melayani, Banten Ramah, dan Banten Sehat,” jelasnya.

Andra juga memaparkan hasil kesepakatan KUA-PPAS 2026. Pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp 9,94 triliun, sedangkan belanja daerah dianggarkan Rp 10 triliun.

“Terdapat defisit sekitar Rp 57,04 miliar yang akan ditutup melalui pembiayaan daerah,” katanya.

Ia mengungkapkan kondisi fiskal Banten pada 2026 akan menyesuaikan dengan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Meski begitu, Andra mengajak seluruh pihak tetap optimistis.

“Penyesuaian ini diharapkan jadi pemicu efisiensi dan kreativitas daerah, mendorong pemerintah daerah lebih efektif mengelola anggaran serta mencari sumber PAD yang inovatif,” tutur Andra.

Ia juga menegaskan pentingnya optimalisasi belanja agar lebih tepat sasaran dan fokus pada program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Andra berharap pembahasan dapat segera berlanjut ke tahap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD 2026 bersama DPRD Banten.

“Mari bersama-sama mengawal dan mengawasi pelaksanaan pembangunan di Provinsi Banten,” pungkasnya. (Red)

Deni

Recent Posts

Pemprov Banten Raih Opini Kualitas Tinggi Tanpa Maladministrasi dari Ombudsman RI

SERANG, –Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meraih opini Kualitas Tinggi Tanpa Maladministrasi dari Ombudsman Republik Indonesia…

13 jam ago

Persiapan Porprov Banten 2026 Dikebut! OC Segera Disahkan, Tangsel Mulai Masuk Tahap Finalisasi

Bantenonline.com – Persiapan menuju Porprov Banten 2026 terus dipercepat. Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sebagai tuan…

14 jam ago

Program Sekolah Gratis Andra Soni Tingkatkan Minat Siswa ke Sekolah Swasta

TANGERANG, – Program Sekolah Gratis (PSG) untuk sekolah swasta yang digagas Gubernur Banten Andra Soni…

15 jam ago

Ini Respons Fraksi PKS soal Penunjukan Muslim Taufik Jadi Plt Sekwan Pandeglang

PANDEGLANG, –Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kabupaten Pandeglang menyambut positif keputusan Bupati Pandeglang Dewi…

16 jam ago

Kejari Pandeglang Tunjuk Dua Jaksa Tangani Kasus Laka Maut yang Libatkan Mursidi

PANDEGLANG, –Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang menunjuk dua jaksa untuk menangani perkara kecelakaan lalu lintas maut…

17 jam ago

DPRD Pandeglang Dorong Muslim Taufik Jadi Sekwan Definitif

PANDEGLANG, –DPRD Kabupaten Pandeglang mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang segera menetapkan Muslim Taufik sebagai Sekretaris…

17 jam ago