100 Orang Janda di Pandeglang Akan Diberikan Progam Ekonomi Melalui WRSE

Pemerintah akan memberikan bantuan ekonomi bagi perempuan yang tergolong Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE), khususnya janda atau perempuan kepala keluarga di Kabupaten Pandeglang.Program tersebut rencananya digulirkan pada triwulan IV tahun 2025.

Tata Wijaya, selaku Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial pada Dinsos Pandeglang, Tata Wijaya, mengatakan, bahwa program pemberdayaan ekonomi tersebut menyasar perempuan miskin yang tergolong dalam desil 1 sampai 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Insyaallah tahun ini pemerintah akan memberikan program pemberdayaan, khususnya pelatihan bagi perempuan WRSE, termasuk janda dan perempuan pencari nafkah utama keluarga. Kuotanya kita usulkan sebanyak 100 orang,” ungkap Tata Wijaya kepada media, Jumat (01/08/2025).

Ia menjelaskan, untuk pelatihan yang akan diberikan berupa keterampilan Tata Boga. Dinsos juga akan menyiapkan bahan praktik serta uang saku senilai Rp50 ribu per peserta.

“Nantinya, mereka punya keterampilan dan bisa membuka usaha mandiri dari pelatihan tersebut, khususnya dalam bidang kuliner seperti kue yang mudah dipasarkan,” terangnya.

Tata mengatakan, peserta program akan dipilih melalui proses verifikasi berbasis DTSEN agar tidak terjadi tumpang tindih dengan program bantuan lain seperti Program Keluarga Harapan (PKH) atau bantuan pemerintah pusat maupun provinsi.

“Verifikasi dilakukan agar penerima benar-benar sesuai sasaran dan tidak ganda. Data DTSEN saat ini sudah satu pintu dan terverifikasi pusat,” katanya.

Lanjutnya, program ini juga akan melibatkan kerja sama lintas sektor, seperti Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) yang akan menyuplai tenaga pelatih. Dinsos juga berencana melakukan pendampingan dan monitoring usaha peserta pasca pelatihan agar usaha mereka bisa berkembang.

“Pendampingan tetap dilakukan. Kalau usahanya sudah berjalan, kita bantu juga dari sisi pemasaran, minimal di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Adapun peserta yang menjadi sasaran program adalah perempuan dewasa berusia 18 hingga 59 tahun yang sudah berdomisili tetap di Pandeglang. Mereka bisa berstatus janda, menikah/belum menikah, maupun perempuan yang menjadi pencari nafkah utama keluarga.

Program bantuan ini tidak hanya memberikan modal usaha, tetapi juga pendampingan berupa pelatihan dan pembekalan pengembangan potensi wirausaha.

Tata menambahkan, selain program WRSE, Dinsos juga tetap menjalankan program lain terkait penanganan kemiskinan ekstrem, meskipun pelaksanaannya menjadi tanggung jawab bersama lintas sektor.

“Penanganan kemiskinan ekstrem itu tanggung jawab semua perangkat daerah. Kita di sosial ada tiga bidang, yaitu pemberdayaan, perlindungan sosial, dan rehabilitasi sosial,” pungkasnya. (Den)

Deni

Recent Posts

Hari Santri 2026, Ali Hanafiah Ajak Pemuda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

JAKARTA, – Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Dr. Ali Hanafiah, SH, SE,…

1 jam ago

Lima Terduga Debt Collector Ditangkap Usai Intimidasi Pemotor di Kalideres, Ngaku Punya Bekingan Mabes Polri

JAKARTA, – Lima orang yang diduga sebagai debt collector ditangkap polisi setelah mengintimidasi seorang pengendara motor…

15 jam ago

KUA Cibeber Jadi Juri Lomba Ngaliwet di Hari Santri Nasional 2026

LEBAK, – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, turut berpartisipasi dalam lomba ngaliwet…

20 jam ago

IKA BEM Nusantara dan DPP KNPI Kolaborasi, Pemuda Siap Jadi Garda Terdepan Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

JAKARTA, – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) bersama Ikatan Alumni BEM Nusantara menggelar rapat kerja…

22 jam ago

1.500 Pegawai hingga Santri di Pandeglang Ikuti Khataman Al-Qur’an Sambut Hari Santri

PANDEGLANG – Sebanyak 1.500 pegawai, guru, hingga santri pondok pesantren di Kabupaten Pandeglang, Banten, mengikuti…

2 hari ago

Festival Baris Banten 2026 di Cilegon, 80 Tim Terbaik Adu Kekompakan

Bantenonline.com – Sebanyak 80 tim terbaik dari delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten adu kekompakan dalam…

2 hari ago