GAYA HIDUP

10 Paguron Unjuk Kebolehan di Festival Kemprungan Pencak Silat Pandeglang 2025

PANDEGLANG, – Sebanyak 10 paguron pencak silat di Kabupaten Pandeglang menampilkan kebolehannya dalam Festival Kemprungan Pencak Silat 2025 yang digelar di Balai Budaya Pandeglang, Sabtu (13/12/2025). Kegiatan ini menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus pencarian bakat pencak silat tradisional.

Festival tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pandeglang sebagai wadah ekspresi seni serta sarana mempererat silaturahmi antarpaguron pencak silat.

Kepala Disparbud Pandeglang Rahmat Zultika mengatakan, Festival Kemprungan Pencak Silat merupakan kegiatan yang pertama kali digelar di daerah tersebut. Menurut dia, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian budaya lokal.

“Ini pertama kali kami menyelenggarakan festival kemprungan untuk memberikan ruang ekspresi bagi paguron agar tradisi pencak silat tetap lestari dan tidak hilang,” ungkap Rahmat kepada media.

Ia menyebutkan, peserta festival berasal dari sejumlah kecamatan, antara lain Panimbang, Sobang, Pagelaran, Cadasari, Koroncong, dan Patia. Ke depan, Disparbud berharap jumlah peserta dapat bertambah dan menjangkau wilayah yang lebih luas.

Dalam festival ini, panitia tidak membatasi usia peserta. Pesilat yang tampil berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

“Usia peserta rata-rata mulai sembilan tahun, bahkan ada yang enam tahun. Ini positif karena pencak silat perlu dikenalkan sejak usia dini,” kata Rahmat.

Menurut dia, pencak silat tidak hanya mengajarkan bela diri, tetapi juga menanamkan nilai sportivitas, disiplin, keberanian, serta penghormatan kepada guru dan leluhur. Festival ini menitikberatkan pada seni pencak silat, bukan pertandingan.

Meski demikian, Rahmat menilai kegiatan tersebut tetap berpotensi melahirkan pesilat berprestasi. Seni pencak silat juga dipertandingkan di tingkat nasional hingga internasional.

Festival Kemprungan Pencak Silat 2025 didanai melalui APBD Kabupaten Pandeglang yang bersumber dari Dana Alokasi Umum Specific Grant (DAU SG) bidang pendidikan.

Adapun paguron yang tampil dalam festival ini yakni Paguron Maung Pande, Guriang Saputra, Satria Budi Luhur, Satria Muda Indonesia, Ganda Putra, Tunas Mekar, Madali Putra, Langlangbuana, Manderaga, dan Putra Kusumah. (Red)

Deni

Recent Posts

Kokolot Baduy Saidi Putra Meninggal Dunia, Gubernur Banten Sampaikan Duka

LEBAK, – Kokolot Baduy atau tokoh masyarakat Baduy, Saidi Putra, meninggal dunia pada Jumat (4/9/2026).…

16 jam ago

Rutan Pandeglang Rutin Periksa Kesehatan Warga Binaan, Deteksi Penyakit Sejak Dini

PANDEGLANG, – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pandeglang rutin melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga…

21 jam ago

Gubernur Banten Turun Tangan, Sengketa TKIP-SDIP Pamulang Akan Dimediasi

TANGSEL, - Gubernur Banten Andra Soni turun tangan menyikapi sengketa kepemilikan dan pengelolaan TK Islam…

2 hari ago

Didesak Teken Pakta Integritas, Tiga Pimpinan DPRD Pandeglang Temui Ratusan Mahasiswa

PANDEGLANG, – Tiga pimpinan DPRD Kabupaten Pandeglang turun langsung menemui sedikitnya 200 mahasiswa yang tergabung…

2 hari ago

Mahasiswa Pandeglang Soroti PAD dan Anggaran DPRD Rp1,1 Miliar: Jangan Cuma Nikmati Fasilitas!

PANDEGLANG, – Aliansi Mahasiswa Pandeglang Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten…

2 hari ago

KONI Tangsel Tegaskan Tiga Kendaraan Operasional Dipakai Untuk Pembinaan Olahraga

Bantenonline.com — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) angkat bicara terkait pengadaan…

2 hari ago