BERITA HOT

Wagub Dimyati Minta Tim Reforma Agraria Tekan Konflik Tanah

SERANG, –Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan pentingnya peran Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) dalam menekan konflik pertanahan di tengah masyarakat.

Tim ini diharapkan mampu menginventarisasi aset daerah sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan agraria yang kerap muncul.

Hal itu disampaikan Dimyati saat membuka rapat pembentukan GTRA di Aula Baduy, Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, tim GTRA harus bergerak cepat memetakan persoalan agraria. Setelah itu, dilakukan sosialisasi hingga implementasi penyelesaian di lapangan.

“Tugas tim menginventarisasi masalah, lalu dilihat akar persoalannya, disosialisasikan, dan diimplementasikan solusinya,” ujar Dimyati.

Ia menekankan, transparansi menjadi kunci agar masyarakat tidak merasa dirugikan. Jangan sampai ketidaktahuan memicu ketidakadilan yang berujung konflik.

“Harapannya masyarakat paham, jangan sampai tidak tahu lalu muncul rasa ketidakadilan,” tambahnya.

Dimyati mengakui, kinerja tim yang dibentuk tahun lalu sudah berjalan cukup baik. Namun, masih ada sejumlah catatan penting, terutama terkait persoalan wakaf, hibah, batas tanah, hingga status hak atas tanah seperti HGB, HGU, hak milik, dan hak pakai.

Untuk itu, diperlukan koordinasi yang solid antarinstansi, khususnya dengan BPN sebagai leading sector. Ia juga menegaskan, kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas utama.

“Semuanya harus berorientasi pada penyelesaian masalah masyarakat,” tegasnya.

Di sisi lain, ia menyebut digitalisasi sertifikat tanah menjadi langkah maju. Sistem elektronik dinilai mempermudah, mempercepat, sekaligus menekan biaya bagi masyarakat.

“Sertifikat tanah sekarang sudah elektronik, lebih mudah, efisien, dan murah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kanwil BPN Provinsi Banten Harison Mocodompis mengatakan, GTRA memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan agenda reforma agraria, khususnya penataan aset dan akses pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, kedua aspek tersebut membutuhkan kolaborasi kuat antara BPN dan seluruh pemangku kepentingan di Banten.

“Kami menyatukan langkah untuk tahun ini agar program berjalan maksimal,” tandasnya. (Yus)

Deni

Recent Posts

Temui Buruh, Andra Soni Siap Hadiri May Day di Serang

SERANG, –Gubernur Banten Andra Soni menerima kunjungan Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh (ASPSB) Kabupaten Serang…

16 menit ago

Tinawati Apresiasi ILDI Banten, Dorong Lansia Tetap Sehat dan Berdaya

SERANG, –Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni,…

1 jam ago

KWT Tangsel Perkuat Gertam, 50 Kelompok Tani Wanita Siap Dongkrak Ekonomi UMKM

Semangat kolaborasi dan pemberdayaan terus digaungkan Forum Kelompok Wanita Tani (KWT) Kota Tangerang Selatan melalui…

3 jam ago

Andra Soni Buka Musrenbang Banten 2027, Minta Masyarakat Terlibat Aktif

SERANG, –Gubernur Banten Andra Soni membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Banten Tahun 2027.…

3 jam ago

Andra Soni-Dimyati Lepas Jemaah Haji Kloter 3 Kabupaten Serang

SERANG, –Gubernur Banten Andra Soni bersama Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah melepas keberangkatan jemaah haji…

5 jam ago

RKPD 2027, Wilayah Banten Selatan Jadi Prioritas Pembangunan

SERANG - Pemerintah Provinsi Banten menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Provinsi untuk penyusunan Rencana…

7 jam ago