GAYA HIDUP

Wagub Banten Tutup Konreg PDRB Jabalnusa 2025, Tegaskan Pentingnya Data dalam Kebijakan Ekonomi Daerah

TANGERANG SELATAN, – Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah menutup kegiatan Konsultasi Regional (Konreg) Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) se-Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabalnusa) 2025 di Tangerang Selatan, Selasa (18/11/2025).

Forum tersebut menjadi ajang strategis untuk memperkuat penyusunan data dan arah kebijakan pembangunan ekonomi daerah.

Dalam sambutannya, Dimyati menegaskan bahwa PDRB merupakan instrumen penting dalam pengambilan kebijakan pemerintah daerah. Indikator itu, katanya, mencerminkan kondisi perekonomian melalui berbagai pendekatan, mulai dari sektor industri, pendapatan, pembiayaan, hingga per kapita, serta mencakup sektor utama seperti pariwisata, perdagangan, industri, pertanian, dan jasa.

“Dari data ini kita dapat mengetahui sektor mana yang tumbuh, stagnan, atau mengalami penurunan. Ini menjadi pijakan agar kebijakan kita tepat sasaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, PDRB menjadi dasar perencanaan pembangunan, termasuk penentuan arah kebijakan. Jika Banten ingin memperkuat sektor pertanian, misalnya, maka seluruh proses—mulai dari perencanaan, pembangunan, hingga penganggaran—harus diarahkan secara konsisten dan terukur.

“Anggaran sekecil apa pun harus memberikan nilai dan pertumbuhan bagi ekonomi masyarakat. Itulah harapan dari penyusunan PDRB yang baik,” kata Dimyati.

Wagub juga menjelaskan bahwa PDRB yang digunakan pemerintah kini berbasis data tetap, sehingga dinilai lebih akurat dalam menggambarkan kondisi ekonomi daerah. Menurut dia, pendekatan yang digunakan-apakah berdasarkan kondisi terkini atau tahun sebelumnya-perlu dicermati karena dapat menimbulkan perbedaan interpretasi.

“Yang penting, data yang digunakan benar-benar menggambarkan kondisi riil,” ujarnya.

Dimyati kembali menekankan bahwa perumusan kebijakan harus berbasis data. Keputusan yang tidak didukung data, katanya, berisiko tidak tepat sasaran.

“Semua harus by data. Kalau hanya by kata atau perkiraan, hasilnya tidak akan akurat,” tandasnya.

Terkait strategi pembangunan ekonomi daerah, ia menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Banten tengah menyiapkan sistem penganggaran yang mendorong peningkatan nilai PDRB. Ia telah meminta perangkat daerah, seperti Bappeda, BPKAD, dan Biro Ekbang, memastikan setiap anggaran memiliki dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi.

“Anggaran tidak boleh habis tanpa memberikan dampak. Impact anggaran harus di atas 1 persen. Budget impact itu sangat penting untuk menghasilkan PDRB yang baik,” katanya.

Dimyati menambahkan, pembangunan sistem tersebut memerlukan tahapan yang terukur dan konsisten agar pembangunan berjalan berkesinambungan.

“Semua bertahap, step by step. Meski memerlukan waktu, yang penting Indonesia terus maju, adil, dan sejahtera,” pungkasnya. (Red)

Deni

Recent Posts

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengarah ke Banten, Andra Soni Minta Warga Pakai Masker

SERANG, – Pemerintah Provinsi Banten meningkatkan kewaspadaan menyusul aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berada…

4 jam ago

Ketua HNSI Pandeglang Imbau Nelayan Tak Dekati Anak Krakatau Radius 3 Km

PANDEGLANG, – Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pandeglang, Dede Widiarso, mengimbau para nelayan…

6 jam ago

Wayang Nganjor Indonesia Bawa Rampak Bedug Pandeglang ke Panggung Nasional

JAKARTA, – Rampak Bedug khas Pandeglang, Banten, menggema di panggung nasional. Wayang Nganjor Indonesia membawa…

22 jam ago

Kokolot Baduy Saidi Putra Meninggal Dunia, Gubernur Banten Sampaikan Duka

LEBAK, – Kokolot Baduy atau tokoh masyarakat Baduy, Saidi Putra, meninggal dunia pada Jumat (4/9/2026).…

2 hari ago

Rutan Pandeglang Rutin Periksa Kesehatan Warga Binaan, Deteksi Penyakit Sejak Dini

PANDEGLANG, – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pandeglang rutin melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga…

2 hari ago

Gubernur Banten Turun Tangan, Sengketa TKIP-SDIP Pamulang Akan Dimediasi

TANGSEL, - Gubernur Banten Andra Soni turun tangan menyikapi sengketa kepemilikan dan pengelolaan TK Islam…

3 hari ago