PANDEGLANG – Fakta baru terungkap dalam kasus dugaan pemukulan terhadap guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) berinisial S (34), warga Desa Surianeun, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang.
Pelaku pemukulan disebut bukan pegawai maupun relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kecamatan Pagelaran.
Insiden itu terjadi di lingkungan MTs Raudatul Muttaqin, Desa Surianeun, Kecamatan Patia.
Madi, kakak kandung terduga pelaku, menegaskan adiknya tidak memiliki hubungan resmi dengan program MBG. Namun, saat kejadian berlangsung, adiknya tengah membantu rekannya mendistribusikan paket makanan bergizi gratis di sekolah tersebut.
“Adik saya bukan relawan SPPG. Waktu kejadian hanya membantu temannya menyalurkan MBG di MTs,” ujar Madi, Sabtu (16/5/2926).
Menurut dia, keributan bermula dari unggahan status Facebook yang diduga menyindir persoalan pribadi. Madi mengaku tersinggung dan mendatangi korban untuk meminta penjelasan.
“Saya tanya status Facebook itu buat siapa. Dia jawab, ‘kan kamu yang mulai’,” katanya.
Cekcok pun tak terhindarkan. Saat adu mulut berlangsung, adik Madi yang berada di lokasi diduga terpancing emosi hingga melayangkan pukulan kepada korban.
“Mungkin karena lihat kakaknya cekcok, dia spontan menonjok S. Refleks saja saat itu,” jelasnya. (Yus)
PANDEGLANG, – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pandeglang menggelar kegiatan PKS…
PANDEGLANG, –Suasana haru mewarnai silaturahmi Sekretariat DPRD Kabupaten Pandeglang bersama insan pers, Minggu (17/5/2026). Sekretaris…
TANGERANG, – Gubernur Banten Andra Soni ikut meramaikan laga persahabatan Persita Old Star melawan Wong…
SERANG, –Gubernur Banten Andra Soni optimistis kawasan wisata Anyer-Carita kembali berjaya sebagai destinasi unggulan. Kebangkitan…
SERANG, –Gubernur Banten Andra Soni menilai metode storytelling dapat menjadi sarana efektif untuk melestarikan cerita…
BANDUNG, –Penampilan rampak bedug khas Banten sukses mencuri perhatian ribuan warga dalam puncak Kirab Budaya…