BERITA HOT

Pembangunan Sekolah Rakyat Pandeglang Capai 79,8%, Ditargetkan Beroperasi 13 Juli 2026

PANDEGLANG, –Pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Koranji Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang telah mencapai 79,8 persen. Pemerintah menargetkan sekolah tersebut mulai beroperasi pada 13 Juli 2026 untuk menerima siswa baru meski masih ada pekerjaan penyelesaian bangunan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pelaksanaan Teknis Pembangunan Sekolah Rakyat, Yusep, mengatakan progres pembangunan saat ini sudah mendekati tahap operasional.

“Target operasional kami pada 13 Juli. Mudah-mudahan sudah bisa digunakan, terutama untuk menerima siswa baru,” kata Yusep kepada wartawan, Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, Sekolah Rakyat Pandeglang dibangun di atas lahan seluas sekitar 11,3 hektare. Sekolah itu memiliki sembilan ruang kelas SMA, sembilan ruang kelas SMP, dan 18 ruang kelas SD.

Yusep menjelaskan kegiatan belajar mengajar tetap dapat dimulai meski pembangunan belum sepenuhnya rampung. Area yang telah selesai akan difungsikan sebagai zona operasional, sedangkan pekerjaan konstruksi dipusatkan di bagian belakang.

“Kami targetkan pekerjaan struktur sudah selesai. Tinggal pekerjaan arsitektur saja. Asrama yang di depan menjadi prioritas agar bisa digunakan untuk menampung sekitar 500 siswa,” terangnya.

Ia menambahkan nilai kontrak pembangunan mencapai sekitar Rp489 miliar untuk dua lokasi Sekolah Rakyat. Sementara nilai pekerjaan di lokasi Pandeglang diperkirakan sekitar Rp230 miliar.

Kepala Dinsos Pandeglang Wawan Setiawan saat meninjau lokasi Sekolah Rakyat di Cadasari.

Sementara itu, ditempat yang sama Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang, Wawan Setiawan, mengatakan daerahnya mendapat kuota 270 siswa dari Kementerian Sosial.

“Kuota yang diberikan sebanyak 270 siswa, terdiri dari 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA yang terbagi dalam sembilan rombongan belajar,” kata Wawan.

Ia menjelaskan calon siswa dipilih berdasarkan data dari Kementerian Sosial yang berjumlah hampir 97 ribu anak yang memenuhi syarat. Selanjutnya pemerintah daerah melakukan verifikasi, klarifikasi, sosialisasi, hingga penjangkauan kepada calon peserta didik.

Menurut Wawan, sasaran program sebenarnya mencakup keluarga pada desil 1 hingga desil 5. Namun untuk tahap awal, penerimaan siswa diprioritaskan bagi keluarga sangat miskin dan miskin atau desil 1 dan desil 2.

“Kami diberikan masa transisi selama tiga sampai 12 bulan untuk mengelola program ini,” ujarnya.

Sesuai surat edaran, seluruh siswa dijadwalkan mulai masuk ke Sekolah Rakyat pada 13 Juli 2026 meski pembangunan masih dalam tahap penyelesaian.

“Program ini bertujuan memutus mata rantai kemiskinan dan memberikan kesempatan pendidikan kepada masyarakat miskin,” pungkasnya. (Red)

Deni

Recent Posts

Gubernur Banten Puji Kekompakan Warga Mandalawangi, Tarkam HUT RI Banjir Penonton

PANDEGLANG, – Gubernur Banten Andra Soni memuji kekompakan warga Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, dalam memeriahkan…

6 jam ago

Chaysar Purnama Putra, Putra Lebak Ukir Sejarah di Paskibraka Nasional 2026

LEBAK, – Nama Kabupaten Lebak kembali berkibar di tingkat nasional. Chaysar Purnama Putra, siswa SMA…

16 jam ago

Ratusan Pendaki Kibarkan Bendera Raksasa di Puncak Gunung Gedor

SERANG, – Ratusan pendaki dan pegiat pariwisata alam membentangkan bendera Merah Putih raksasa di Puncak…

17 jam ago

Gubernur Banten Hadiri Renungan Suci di TMP Kota Serang

SERANG – Gubernur Banten Andra Soni mengikuti Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS) dalam rangka…

20 jam ago

Wagub Dimyati: Jangan Ada Pejuang Kemerdekaan Terabaikan di Banten

SERANG, – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah meminta perhatian terhadap para pejuang kemerdekaan, veteran,…

1 hari ago

Gubernur Andra Soni Kukuhkan 50 Anggota Paskibraka Banten

SERANG, – Gubernur Banten Andra Soni mengukuhkan 50 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi…

2 hari ago