BERITA HOT

Musim Durian Tiba, Belasan Lapak di Gang Kibun Rangkasbitung Dibanjiri Durian Lokal

LEBAK, – Musim durian mulai tiba di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Beragam durian lokal, terutama yang berasal dari kawasan Baduy, kini membanjiri lapak-lapak pedagang di Jalan Ki Maklum yang lebih dikenal masyarakat sebagai Gang Kibun.

Di sepanjang ruas jalan sekitar 200 meter tersebut, belasan lapak durian berjajar menawarkan buah dengan berbagai ukuran, jenis, dan kualitas. Lokasinya yang tidak jauh dari Stasiun Rangkasbitung membuat kawasan ini mudah dijangkau masyarakat, termasuk pembeli dari luar daerah yang datang menggunakan KRL.

Gang Kibun memang telah lama dikenal sebagai salah satu sentra penjualan durian di Rangkasbitung. Durian yang dipasarkan umumnya didatangkan dari sejumlah wilayah penghasil durian di Kabupaten Lebak, seperti kawasan Baduy, Muncang, Bojongmanik, Sajira, Sobang hingga Gunungkencana.

Selain di Gang Kibun, pedagang juga menjajakan durian di sejumlah ruas jalan lainnya, di antaranya Jalan Multatuli, Hardiwinangun, Sunan Kalijaga hingga kawasan sekitar Stasiun Rangkasbitung.

Keberadaan berbagai jenis durian tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Pembelinya tidak hanya berasal dari Rangkasbitung dan wilayah sekitar Lebak, tetapi juga dari luar daerah yang sengaja datang untuk berburu durian lokal.

Salah satu keunggulan durian lokal Lebak adalah cita rasanya yang khas. Durian Baduy, misalnya, dikenal memiliki rasa manis, aroma kuat, serta daging buah yang tebal.

Komoditas ini juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat karena melibatkan banyak mata rantai usaha, mulai dari petani, pemetik, penampung, buruh angkut hingga pedagang pengecer.

Aktivitas perdagangan durian di Gang Kibun bukan fenomena baru. Kawasan tersebut telah lama menjadi tujuan masyarakat untuk mendapatkan durian lokal tanpa harus langsung menuju sentra produksi di kawasan Baduy maupun wilayah penghasil lainnya.

Salah seorang pedagang durian, Rohim, mengatakan saat musim durian tiba, lapaknya bisa buka hampir sepanjang hari untuk melayani pembeli.

“Kalau lagi musim kita nonstop buka siang malam, durian lokal dari Baduy yang dijual,” kata Rohim kepada wartawan di lapaknya, Jumat (21/8/2026).

Harga durian yang dijual Rohim cukup beragam. Durian berukuran kecil dibanderol mulai Rp25.000 per buah. Pedagang juga menyediakan paket empat buah dengan harga Rp100.000. Sementara durian berukuran lebih besar atau dengan kualitas tertentu dibanderol hingga Rp75.000 per buah.

Menurut Rohim, pembeli durian bukan hanya berasal dari warga Rangkasbitung. Kedekatan Gang Kibun dengan Stasiun Rangkasbitung membuat sejumlah penumpang KRL dari wilayah Jabodetabek turut mampir membeli durian.

“Yang beli ada dari Rangkasbitung, tapi banyak juga penumpang KRL dari Jabodetabek,” ujarnya.

Kondisi tersebut turut dirasakan warga. Tedi, warga Sentral Rangkasbitung, mengatakan mulai banyaknya durian di Gang Kibun menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat ketika musim panen tiba.

“Sekarang sudah mulai banyak durian. Jenisnya juga beragam, jadi masyarakat bisa memilih sesuai selera,” kata Tedi.

Hal senada disampaikan Hadi, warga Tangerang, yang mengaku sengaja datang ke Rangkasbitung untuk berburu durian lokal.

“Kalau musim durian seperti ini, saya memang suka datang ke Rangkasbitung. Pilihannya banyak dan bisa langsung memilih di lapak,” ujar Hadi.

Ramainya penjualan durian di Gang Kibun menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang dan pemasok buah lokal. Selain memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, perdagangan durian juga menarik pembeli dari luar Kabupaten Lebak.

Bagi pencinta durian, Gang Kibun menjadi salah satu lokasi yang menarik untuk berburu durian lokal Lebak. Beragam pilihan ukuran, jenis, dan harga membuat kawasan tersebut kembali ramai seiring datangnya musim durian.

Kembali meningkatnya pasokan durian diharapkan turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat Lebak. Bagi petani, musim durian menjadi momentum meningkatkan pendapatan, sedangkan bagi pedagang, membanjirnya pasokan menjadi peluang usaha musiman. (Red)

Deni

Recent Posts

1.000 Al-Qur’an Disalurkan ke Kampung Mualaf Lebak, Pemkab Apresiasi Kolaborasi INH-Baznas

LEBAK, – Sebanyak 1.000 Al-Qur’an disalurkan kepada masyarakat Kampung Cepakbuah, Desa Sangkanwangi, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten…

3 jam ago

Polres Lebak Gerak Cepat Tindaklanjuti Dugaan Curanmor, Kerugian Korban Rp42 Juta

LEBAK, – Laporan dugaan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kampung Ciawi, Desa Cijoro Pasir, Kecamatan Rangkasbitung,…

4 jam ago

Keraton UMKM Lebak Ruhay Resmi Diluncurkan, Jadi Pusat Penguatan Ekonomi Lokal

LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak resmi meluncurkan Keraton UMKM Lebak Ruhay di kawasan Jalan Sunan…

4 jam ago

Dansubdenpom III/4-3 Pandeglang Berganti, Kapten Cpm Eman Resmi Jabat Posisi Baru

SERANG, – Jabatan Kepala Subdenpom III/4-3 Pandeglang resmi berganti. Kapten Cpm Eman, S.I.P. kini dipercaya…

9 jam ago

Gubernur Andra Soni Dorong UMKM Banten Tembus Pasar Ekspor

TANGERANG, – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di…

10 jam ago

Gubernur Banten Andra Soni Raih Penghargaan Bakti Koperasi Nayaka Mahambara

JAKARTA – Gubernur Banten Andra Soni meraih penghargaan Bakti Koperasi Nayaka Mahambara pada Koperasi Award…

11 jam ago