BERITA HOT

Minim Anggaran, Stock Logistik di 33 Lumbung Sosial di Banten Kosong

Ketua Forum Komunikasi Kampung Siaga Bencana Banten, Beni Madsira saat mengikuti kegiatan kebencanaan,/Aldo Marantika/Bantenonline.

SERANG – Buffer stock logistik di 33 Lumbung Sosial yang ada di Provinsi Banten terkonfirmasi kosong. Hal tersebut diakibat oleh minimnya anggaran.

Ketua Forum Komunikasi Kampung Siaga Bencana Banten, Beni Madsira membenarkan prihal kekosongan stock logistik di 33 Lumbung Sosial tersebut.

“Untuk sementara ini stock logistik di seluruh Lumbung Sosial hampir semua kosong,” kata Beni kepada Bantenonline, Kamis 21 Mei 2026.

Dikatakan Beni, kondisi ini sangat menghambat respon cepat para relawan KSB ketika terjadi bencana di wilayah.

“Lumsos ini sekarang kosong, kita mau gerak cepat seperti apa. Sementara ketika terjadi bencana kita harus respon cepat melakukan penanganan dan penyaluran bantuan,” ungkapnya.

Beni menyampaikan, akibat kekosongan stock logistik di Lumbung Sosial, tak jarang pihaknya selaku relawan Kampung Siaga Bencana mengadakan iuran untuk membeli sembako untuk disalurkan kepada warga terdampak bencana.

“Sangat miris sekali, terkadang kalau ada bencana, karna logistik di Lumsos kosong, kita anggota KSB iuran untuk membeli bantuan sembako untuk masyarakat yang terdampak bencana,” ujarnya.

Oleh karna itu, Beni berharap kedepan anggaran buffer stock logistik untuk memenuhi Lumbung Sosial ini bisa ditambah sehingga pihaknya bisa melakukan respon cepat ketika terjadi bencana.

“Kalau menurut saya anggaran buffer stock logistik ini tidak usah dipangkas, kalau perlu mending ditambah, karena ketika terjadi bencana kita harus siap melakukan penanganan,” tegasnya.

Sebelumnya telah diberitakan, terdampak efisiensi, anggaran buffer stock logistik untuk memenuhi 33 Lumbung Sosial (Lumsos) di Provinsi Banten, pada tahun 2026 hanya Rp 493.000.000.

Kepala Bidang Perlindungan Sosial pada Dinas Sosial Banten, Zainal Abidin mengatakan, bahwa jumlah anggaran buffer stock logistik tahun ini nilainya lebih rendah jika dibandingkan dengan anggaran pada tahun 2025 lalu.

“Memang dibandingkan tahun 2025 sangat jauh, tahun 2025 sekitar RP 1,4 miliar anggaran buffer stock logistik. Sementara sekarang tidak mencapai 40 persennya,” kata Zainal kepada awak media, Rabu 20 Mei 2026.

Dikatakan Zainal, anggaran Rp 493 juta ini tidak hanya digunakan untuk memenuhi stock logistik di Lumsos bentukan Kemensos, tetapi juga untuk mendukung keteraedian logistik di Lumsos bentukan Kabupaten.

“Saat ini sedikitnya ada 33 lumbung sosial yang sudah terbentuk di Provinsi Banten. Dari 33 Lumbung Sosial itu, 29 diantaranya merupakan bentukan Kementerian Sosial dan 4 diantaranya merupakan bentukan Kabupaten Pandeglang, yang tersebar di Kecamatan Cibaliung, Cimanuk, Angsana dan Cibitung,” ungkapnya.

Menurut Zainal, dengan keterbatasan anggaran itu pihaknya harus pandai-pandai menyalurkan bantuan agar berdampak dan tepat sasaran.

“Kalau berbicara optimal tentu tidak optimal, dengan pos logistik yang ada saat ini kita harus pandai-pandai menggunakan, memberikan bantuan yang benar-benar membutuhkan dan berdampak,” ujarnya.

Zainal juga menyampaikan, tujuan dibentuknya Lumbung Sosial ini untuk mempercepat alur pendistribusian logistik jika terjadi suatu bencana.

“Lumbung Sosial ini dibangun untuk mendekatkan bantuan logistik agar bisa dengan cepat disalurkan, baik pra bencana, saat bencana maupun pasca bencana,”ujarnya.

Lebih lanjut Zainal berharap, kedepan pengelolaan logistik di masing-masing Lumbung Sosial bisa mandiri dengan melibatkan masyarakat serta sektor swasta.

“Harapan kami kedepan Lumbung Sosial ini bisa lebih mandiri dan berdaya, karena ini sifatnya swadaya sehingga bisa lebih mengutamakan partisipasi masyarakat dan swasta melalui CSR nya,” harapnya. (Aldo Marantika)

Aldo Marantika

Recent Posts

Fraksi Demokrat Harap Sekwan Baru Pandeglang Komunikatif dan Aktif

PANDEGLANG, –Kini giliran Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Pandeglang angkat bicara soal  sosok Sekretaris Dewan…

24 menit ago

Distan Banten Mulai Uji Coba Tanam Padi Gunakan Rice Transplanter Brigade

SERANG - Dinas Pertanian Provinsi Banten mulai melakukan uji coba penanaman padi menggunakan alsintan jenis…

3 jam ago

Banten dan DKI Sepakat Kolaborasi Tangani Banjir hingga Sampah

JAKARTA, –Pemerintah Provinsi Banten dan Pemprov DKI Jakarta sepakat memperkuat kerja sama dalam penanganan banjir…

18 jam ago

DLHK Banten Kelola 349,9 Kilogram Sampah Lewat Penimbangan dan Pengomposan

SERANG - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten mengadakan kegiatan penimbangan sampah dan…

18 jam ago

Desa Bandung Gunakan Bankeu Rp120 Juta untuk Infrastruktur dan Pemberdayaan

SERANG, –Pemerintah Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, bakal memanfaatkan Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemerintah…

19 jam ago

Dinsos Banten Perkuat Koordinasi Klaster Pengungsian dan Perlindungan

SERANG, – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten selaku Koordinator Klaster Pengungsian dan Perlindungan terus memperkuat…

21 jam ago