BERITA HOT

Kiyai Ma’ruf Amin Tausiyah di Acara Buka Puasa Bersama PUB, Ini Pesannya?

SERANG, –Mantan Wakil Presiden ke-13 Kiyai Ma’ruf Amin menyampaikan tausiyah di acara buka puasa bersama Perkumpulan Urang Banten (PUB) di hotel ledian Serang, Minggu (8/3/2026) sore.

Kiyai Ma’ruf Amin mengatakan, bahwa pada dasarnya berisi nasihat tentang pentingnya saling mengingatkan dalam kebaikan, menjaga agama, dan membangun masyarakat yang makmur.

Banyak bagian tausyiah ini merujuk pada pesan dalam Al-Qur’an, khususnya konsep dalam Surah Al-Asr tentang manusia yang tidak merugi.

Berikut inti pesan tausyiah tersebut jika diringkas dan dijelaskan dengan bahasa lebih terstruktur yaitu Pertama, Manusia yang tidak merugi. Menurut ajaran dalam Al-Qur’an (Surah Al-Asr), semua manusia pada dasarnya dalam keadaan merugi, kecuali yang memiliki empat sifat yakni Beriman, Beramal saleh, Saling menasihati dalam kebenaran, Saling menasihati dalam kesabaran.

“Karena itu, saling mengingatkan atau menasihati adalah bagian penting agar manusia tidak termasuk golongan yang merugi,” ujarnya.

Yang Kedua, bahwa Tausyiah bukan kritik atau nyinyir. Ma’ruf Amin menjelaskan bahwa yang dilakukan adalah tausiyah (nasihat), bukan sekadar kritik atau mencela. Tausiyah berarti nasihat dari orang yang mencintai kepada yang dicintai.

“Memberi nasihat kepada pemerintah atau masyarakat tanda kepedulian dan cinta, bukan permusuhan. Maka, masyarakat harus saling mengingatkan sesama masyarakat, khususnya di Banten, harus saling mengingatkan dalam kebaikan,” tutur Kiyai Ma’ruf Amin.

Ia juga menjelaskan, bahwa menjaga ajaran agama yang sudah diwariskan ulama khususnya di Banten tidak membiarkan kemajuan zaman dan mengubah pemahaman dasar agama secara menyimpang.

“Kemajuan tidak boleh merusak nilai agama,” ujarnya.

Ma’ruf Amin mengingatkan bahwa, kemajuan teknologi, ilmu, dan pola pikir modern tidak boleh mengubah prinsip ajaran agama. Ulama sering mengingatkan agar tidak terjadi penafsiran yang menyimpang (ta’wil yang keliru) karena pengaruh zaman.

“Membangun masyarakat makmur selain menjaga agama. Masyarakat juga harus mengembangkan ekonomi, perdagangan, industri dan pertanian dengan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pendidikan,” tandasnya.

Ia menambahkan dalam pandangan ulama, masyarakat harus menyiapkan dua hal yaitu Kekuatan agama (ulama dan pendidikan agama), dan Kekuatan kemakmuran (ilmu, ekonomi, teknologi).

Kesimpulan dari tausyiah ini menekankan bahwa masyarakat yang baik adalah masyarakat yang Beriman dan beramal saleh, Saling menasihati dalam kebaikan dan Menjaga ajaran agama di tengah kemajuan zaman. (Red)

Editor (Deni)

Recent Posts

Andra Soni Sabet KWP Awards, Penerus Banten Apresiasi Kinerja Nyata Gubernur

SERANG — Koordinator Penerus Banten, Egi Hendrawan, memberikan apresiasi tinggi atas diraihnya penghargaan KWP Awards…

1 jam ago

Pedagang Angsongan di Pandeglang Bentuk Paguyuban, Perkuat Solidaritas

PANDEGLANG, –Puluhan pedagang angsongan di wilayah Kabupaten Pandeglang membentuk Paguyuban Pedagang Angsongan sebagai wadah memperkuat…

2 jam ago

Pemprov Banten dan Bank Banten Raih Penghargaan Infobank 2026

SERANG, –Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama Bank Banten meraih penghargaan dalam ajang The Asian Post…

6 jam ago

Diam-diam Naik, Harga BBM Melonjak per Hari Ini

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai Sabtu,…

6 jam ago

Cegah Peredaran Narkoba, Polda Banten Razia Hiburan Malam di Serang

SERANG - Guna mencegah peredaran narkoba di wilayah hukum Polda Banten, Personel gabungan menggelar razia…

7 jam ago

Pegawai Bapenda Banten Akan Geruduk Rumah WP, Edukasi Pajak Secara Humanis

SERANG, –Pemprov Banten tancap gas ngejar target pendapatan daerah. Sebanyak 960 pegawai Badan Pendapatan Daerah…

8 jam ago