Jumlah RTLH di Pandeglang Masih Tinggi, Baru 28 Ribu Unit Tertangani

PANDEGLANG, – Jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Pandeglang masih mengkhawatirkan. Dari sekitar 68.000 unit RTLH yang tercatat pada 2017, baru 28.000 rumah yang berhasil diperbaiki hingga 2024. Artinya, masih terdapat sekitar 40.000 rumah yang belum tersentuh perbaikan.

Kepala Dinas Pertanahan, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPKPP) Pandeglang, Roni, mengatakan angka tersebut berpotensi berubah seiring proses pemutakhiran data yang tengah dilakukan pemerintah daerah. Pemutakhiran ini mengikuti arahan kementerian baru, yakni Kementerian PKP, yang mewajibkan setiap daerah memperbarui data secara akurat.

“Datanya harus benar-benar real. Ada yang punya tanah tetapi tidak mampu membangun rumah, ada pula yang masuk kategori backlog karena sudah berkeluarga tetapi masih menumpang di rumah orang tua. Semua kondisi itu harus tercatat,” ujar Roni, Senin (17/11/2025).

Dari total 339 desa dan kelurahan, baru 130 wilayah yang telah menyerahkan pembaruan data RTLH kepada DPKPP. Data tersebut akan diinput ke aplikasi khusus untuk mengetahui jumlah terkini RTLH di Pandeglang. Untuk mendukung akurasi pendataan, DPKPP juga membagikan formulir kuesioner kepada masyarakat.

Dalam penanganan RTLH, Pemkab Pandeglang mengandalkan berbagai sumber pendanaan, mulai dari Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), dana CSR perusahaan, bantuan Baznas, hingga pokok pikiran anggota DPR RI.

“Tahun ini kita tangani 331 rumah dari pokir DPR RI, 34 dari APBD, dan sekitar 60 unit dari Baznas. Total sekitar 500 unit,” kata Roni.

Namun, jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan perbaikan yang mencapai puluhan ribu unit. Keterbatasan APBD disebut menjadi kendala utama percepatan pembangunan rumah layak huni.

“APBD kita terbatas. Karena itu, kita dorong perusahaan lewat CSR, misalnya REI. Mereka bangun perumahan di Pandeglang, ya harus ikut membantu masyarakat juga,” ujarnya.

Roni menuturkan, sebagian besar penerima bantuan adalah keluarga miskin. Proses verifikasi dilakukan DPKPP dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

“Rata-rata keluarga miskin. APBD tahun ini hanya mampu menangani 34 unit, itu pun sudah maksimal,” katanya.

Meski jumlah RTLH masih tinggi, Roni menegaskan pemerintah daerah tidak menganggap persoalan ini sebagai beban, melainkan tanggung jawab yang harus dituntaskan secara bertahap.

“Ini bukan beban, tetapi tanggung jawab pemerintah daerah untuk membantu warga. Mudah-mudahan perbaikan bisa terus dilakukan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah pusat melalui program Satu Juta Rumah kini menyiapkan skema baru untuk mempercepat penanganan RTLH. “Salah satu syaratnya, data dari setiap daerah harus akurat dan diperbarui secara berkala,” tutupnya.  (Red)

Deni

Recent Posts

DPP ABPEDNAS Terbitkan Mandat Musdalub Banten, Ali Hanafiah Bidik Awal November

SERANG, – Konsolidasi organisasi Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) di Provinsi Banten memasuki babak…

14 jam ago

Kapolres Pandeglang Ingatkan Sopir Angkutan: Jangan Paksakan Nyetir Saat Ngantuk!

PANDEGLANG, – Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama para pengemudi angkutan umum. Pesan tegas itu…

16 jam ago

Ketum KNPI Serukan Pemuda Kompak Dukung Prabowo, Ancam Anarkis Saat Sumpah Pemuda Ditindak Tegas

JAKARTA, – Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Dr. H. Ali Hanafiah, SE.,…

1 hari ago

Hotel Tentrem Jakarta Gelar ASMARANALA Wedding Showcase, Hadirkan 35 Vendor dan Hadiah Bulan Madu

bantenonline.com - Merencanakan pernikahan bukan sekadar menentukan lokasi dan dekorasi. Ada banyak detail yang perlu…

2 hari ago

Endan Umar, ASN Humanis yang Jadi Perekat Wartawan dan DPRD, Kini Hijrah ke Kementerian Haji

PANDEGLANG, – Ada masa untuk bertugas, ada masa untuk melangkah ke tempat baru. Prinsip itulah…

3 hari ago

Operasi Patuh Maung 2026 Dimulai Besok, Enam Pelanggaran Dibidik!

PANDEGLANG, – Siap-siap! Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pandeglang, Polda Banten, bakal menggelar Operasi Patuh…

3 hari ago