EDUKASI

Jejak Perjuangan Meluruskan Penyimpangan dan Kenangan untuk Abah Anom

PANDEGLANG, – Sosok mantan Ketua MUI Provinsi Banten almarhum Prof. Dr. KH A. Wahab Afif, MA dikenang sebagai ulama yang arif dalam memimpin organisasi para ulama di Banten. Kenangan tersebut disampaikan Abah Anom atau KH Mahpud Nawawi, pimpinan Pondok Pesantren Darul Jannah, Pandeglang.

Menurut Abah Anom, almarhum KH A. Wahab Afif memiliki ketegasan sekaligus kebijaksanaan dalam menyikapi berbagai persoalan umat.

Salah satu peristiwa yang masih diingat terjadi pada 2007, ketika keduanya bersama sejumlah ulama membentuk tim untuk meluruskan penyimpangan yang dilakukan oleh seorang oknum kiai di wilayah Baros.

“Upaya itu dilakukan melalui beberapa kali sidang yang digelar di Baros, hingga sidang terakhir dilaksanakan di Islamic Center, Serang, Banten,” ujar Abah Anom kepada media, Jumat (2/1/2026).

Ia menjelaskan, sidang tersebut dipimpin oleh tiga tokoh ulama, yakni Abuya Muhtadzi, KH Ubing, dan KH Tb. Mahmud Nawawi dari Kebon Cau, Pandeglang.

Peristiwa lain terjadi pada 2014.

Saat itu, Abah Anom baru kembali dari Fatayya, Thailand, dan menerima laporan mengenai dugaan tindak kekerasan seksual terhadap santri yang dilakukan oleh seorang oknum kiai.

“Setelah dilakukan penelusuran, laporan tersebut terbukti benar. Oknum tersebut diketahui menjabat sebagai Ketua MUI Majasari dan kini telah meninggal dunia,” katanya.

Dalam kenangan pribadi, Abah Anom juga mengisahkan momen saat dirinya pertama kali menerima kabar duka wafatnya Abah H. Tb. Hasan Shohib. Kabar tersebut diterima pada pukul 03.56 WIB.

Selain dikenal aktif dalam dakwah dan organisasi, Abah Anom juga disebut turut membantu dalam proses penyusunan disertasi program magister (S2) Almarhum mantan Ketua MUI Provinsi Banten dua periode tersebut.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi sahabat dan kolega. Meski kerap terpisah jarak, hubungan persahabatan tetap terjalin erat.

Salah satu amanat Abah Anom yang terus dikenang hingga kini adalah pesan moral bagi para kiai,

“Seorang kiai jangan bersikap oportunis, karena kita memiliki kemuliaan.”

“Selamat jalan, sahabat. Semoga husnul khatimah,” tutupnya. (Red)

Deni

Recent Posts

Hari Kelima Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda, Kapolda Banten: Masih Nihil

PANDEGLANG, – Pencarian delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki hari kelima.…

2 jam ago

Hari Kelima, Wamen Komdigi Pantau Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda

PANDEGLANG, – Upaya mencari lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) yang hilang kontak…

4 jam ago

Waka II BAZNAS Banten Standby di Dapur Umum Posko Pencarian 5 Jurnalis dan 3 ABK

PANDEGLANG, – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten turun tangan membantu operasi pencarian lima…

5 jam ago

JNI dan Aliansi Masyarakat Anti Matel Geruduk Kantor Adira Lebak

LEBAK, – Jurnalis Nasional Indonesia (JNI) Banten bersama Aliansi Masyarakat Anti Matel menggelar aksi unjuk…

21 jam ago

Warga Carita Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis dan Kru Kapal yang Hilang

PANDEGLANG, – Memasuki hari keempat pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak…

21 jam ago

Bapera Banten Gelar Doa Bersama, Doakan 8 Orang Hilang di Selat Sunda

SERANG – Kepedulian terhadap lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) yang hilang kontak…

1 hari ago