BERITA HOT

Jalan Protokol di Pusat Kota Pandeglang Kembali Rusak, Warga Keluhkan Berlubang Jelang Mudik

PANDEGLANG,– Sejumlah ruas jalan protokol di pusat Kota Pandeglang kembali rusak dan berlubang, padahal perbaikan baru dilakukan sekitar dua bulan lalu. Kondisi ini menuai sorotan dari berbagai kalangan.

Kerusakan jalan di sejumlah titik tersebut dikeluhkan masyarakat karena dinilai membahayakan pengendara, terlebih menjelang arus mudik Lebaran Idul Fitri yang diperkirakan akan meningkatkan volume kendaraan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan terjadi di beberapa titik strategis, di antaranya kawasan Alun-alun Pandeglang, Pasar Pandeglang, ruas Ciherang-Kadupandak, Jalan Raya Serang–Pandeglang, hingga Jalan Raya Pandeglang–Labuan.

Di kawasan Alun-alun dan ruas Ciherang-Kadupandak menuju Pasar Pandeglang yang merupakan pusat aktivitas masyarakat, kondisi jalan terlihat berlubang dengan kerikil dan batu kecil berserakan. Kondisi tersebut dinilai cukup berisiko, terutama bagi pengendara sepeda motor.

Aktivis KNP Pandeglang, Entis Sumantri, bersama Ketua Badan Pemantau Pembangunan Provinsi Banten (BP3B) Apandi mengaku prihatin dengan kondisi infrastruktur jalan di pusat kota yang lokasinya tidak jauh dari Pendopo dan Kantor Bupati Pandeglang.

Menurut mereka, kerusakan jalan yang membahayakan pengguna jalan terkesan dibiarkan, meski setiap hari dilintasi pejabat maupun anggota DPRD di lingkungan Pemkab Pandeglang.

“Betul, di pusat kota Pandeglang banyak jalan berlubang dan dikeluhkan masyarakat. Kami sering menerima keluhan itu. Aspirasi masyarakat ini kami sampaikan melalui rekan-rekan media,” kata Entis kepada wartawan, Kamis (12/3/2026).

Ia berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti keluhan tersebut, mengingat kondisi jalan berada di pusat kota dan dilalui kendaraan setiap hari.

“Jangan dibiarkan. Masa jalan berlubang di pusat kota dibiarkan saja. Jangan sampai menunggu ada korban baru bergerak, apalagi ini menjelang arus mudik Lebaran yang seharusnya memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.

Jalan Ciherang Pasar Pandeglang yang kondisinya rusak parah.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pandeglang, Andrian Wisudawan, mengakui kerusakan jalan di kawasan Alun-alun Pandeglang memang beberapa kali terjadi meski sebelumnya sudah diperbaiki.

Menurutnya, kerusakan dipengaruhi faktor cuaca dan tingginya beban kendaraan yang melintas di jalur tersebut.

“Penanganannya sudah beberapa kali dilakukan, bahkan dua sampai tiga kali. Tapi karena sering diguyur hujan, aspalnya cepat rusak lagi,” kata Andrian.

Ia memastikan dalam waktu dekat DPUPR akan melakukan penanganan sementara dengan metode penambalan atau patching agar lubang tidak semakin dalam dan membahayakan pengendara.

“Saya sudah perintahkan ke UPT agar segera ditangani. Mudah-mudahan minggu ini bisa diperbaiki untuk mengantisipasi kecelakaan, apalagi menjelang Lebaran,” ujarnya.

Andrian menambahkan, kerusakan jalan tidak hanya terjadi di satu titik, tetapi juga di beberapa ruas jalan lain di kawasan pusat kota Pandeglang.

Selain faktor cuaca, kendaraan bertonase besar yang melintas pada malam hari juga disebut menjadi penyebab kerusakan jalan lebih cepat.

“Biasanya di atas jam delapan malam banyak kendaraan besar yang lewat. Sementara jalan kabupaten sebenarnya belum dirancang untuk menahan beban kendaraan terlalu berat,” jelasnya.

DPUPR Pandeglang, lanjut Andrian, akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan melalui forum lalu lintas untuk membahas pengaturan kendaraan berat agar tidak melintas di kawasan pusat kota.

Meski demikian, ia mengakui pembatasan kendaraan berat tidak mudah dilakukan karena para pengusaha angkutan juga memiliki hak menggunakan jalan umum.

“Posisinya memang cukup sulit. Mereka juga bayar pajak dan menggunakan jalan umum. Ke depan, kalau anggaran memungkinkan, standar jalan akan ditingkatkan agar lebih kuat menahan beban kendaraan,” pungkasnya. (Red)

Deni

Recent Posts

Refleksi Hardiknas 2026, BEM Banten Bersatu Soroti Tingginya Angka Putus Sekolah

SERANG, - Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Banten Bersatu menggelar aksi…

1 jam ago

Tinawati Andra Soni Imbau Rumah Tangga Sediakan APAR untuk Antisipasi Kebakaran

SERANG, –Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Banten Tinawati Andra Soni menekankan pentingnya ketersediaan alat pemadam…

1 jam ago

GMNI Serang Demo Pemprov Banten Soroti Isu Guru Terima Upah Dibawah UMP

SERANG, - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Pengurus Cabang (DPC) Provinsi Serang melakukan aksi…

1 jam ago

Jalan Labuan–Pandeglang Rawan Macet, Polisi Berlakukan Buka Tutup di Cipeucang

PANDEGLANG, –Jalur lalu lintas  ruas jalan nasional  di Jalan raya Labuan–Pandeglang tepatnya di wilayah Nyimas…

2 jam ago

Wanti-wanti ASN, Andra Soni: SPMB Jangan Ada Titip-menitip!

SERANG, –Gubernur Banten Andra Soni pasang badan soal pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK…

3 jam ago

10 Hektare Lahan Ubi Jalar di Menes Pandeglang Diserang Hama Ulat

SERANG - Tanaman ubi jalar milik Kelompok Tani Tunas Kadubitung, yang ditanam dilahan seluasi 10…

4 jam ago