SERANG, – Gubernur Banten Andra Soni secara resmi mengukuhkan kepengurusan Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Provinsi Banten masa bakti 2024–2029. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat eliminasi tuberkulosis (TBC) sesuai target nasional tahun 2030.
Pengukuhan dirangkaikan dengan Rapat Kerja PPTI Provinsi Banten yang digelar di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Kamis (15/1/2026).
Dalam sambutannya, Andra Soni menyampaikan bahwa amanah yang diemban pengurus PPTI merupakan tanggung jawab kemanusiaan. Menurut dia, PPTI berada di garis terdepan dalam upaya melindungi masyarakat dari ancaman penyakit menular.
“Tuberkulosis masih menjadi tantangan serius kesehatan masyarakat, baik secara nasional maupun di Provinsi Banten. Penanggulangannya tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas sektor serta partisipasi aktif masyarakat,” tutur Andra.
Ia menambahkan, TBC dapat menyerang siapa saja tanpa memandang status sosial. Namun, penyakit tersebut dapat disembuhkan apabila ditemukan sejak dini dan diobati secara tepat serta tuntas.
“Ayo kita temukan, kita obati sampai sembuh,” kata Andra menegaskan.
Andra berharap PPTI dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan edukasi masyarakat, mulai dari pencegahan, deteksi dini, hingga kepatuhan menjalani pengobatan TBC.
Terkait capaian penanganan TBC, Andra mengungkapkan bahwa Provinsi Banten menerima penghargaan sebagai provinsi dengan penemuan kasus TBC tertinggi secara nasional.
Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan optimalnya upaya deteksi kasus yang sebelumnya belum terdata.
“Artinya, kita sudah bekerja maksimal. Tinggal mengoptimalkan tindak lanjut pengobatan agar seluruh kasus yang ditemukan dapat sembuh,” ujarnya.
Seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk, potensi penularan TBC di Banten dinilai masih cukup tinggi. Karena itu, Andra meminta penguatan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan.
“Tidak ada cara lain selain bergerak bersama menemukan kasus TBC dan memastikan pengobatan sampai sembuh. Dengan gerakan bersama, kita optimistis eliminasi TBC 2030 dapat tercapai,” kata dia.
Sementara itu, Ketua PPTI Provinsi Banten dr. Temmasonge Rad’i Pakki menyatakan kesiapan jajarannya untuk mendukung penuh program pemerintah daerah.
“PPTI akan terus memperkuat dukungan kepada Pemerintah Provinsi Banten dan pemerintah kabupaten/kota dalam menyukseskan program eliminasi TBC tahun 2030,” ujarnya.
Ketua Umum PPTI Pusat Ir. Yani Panigoro dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Umum PPTI drg. Dyah Erti Mustikawati menegaskan bahwa TBC masih menjadi masalah kesehatan utama, baik secara global maupun nasional.
Ia mengajak pengurus PPTI Banten untuk memperkuat advokasi, komunikasi, dan mobilisasi sosial agar masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai TBC.
“PPTI adalah mitra pemerintah berbasis masyarakat yang hadir dari tingkat pusat hingga desa. Menjadi pengurus PPTI adalah bentuk pengabdian untuk memberi manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Tinawati Andra Soni juga dikukuhkan sebagai Ketua Badan Kehormatan PPTI Provinsi Banten bersama jajaran pengurus lainnya. (Red)
SERANG — Koordinator Penerus Banten, Egi Hendrawan, memberikan apresiasi tinggi atas diraihnya penghargaan KWP Awards…
PANDEGLANG, –Puluhan pedagang angsongan di wilayah Kabupaten Pandeglang membentuk Paguyuban Pedagang Angsongan sebagai wadah memperkuat…
SERANG, –Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama Bank Banten meraih penghargaan dalam ajang The Asian Post…
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai Sabtu,…
SERANG - Guna mencegah peredaran narkoba di wilayah hukum Polda Banten, Personel gabungan menggelar razia…
SERANG, –Pemprov Banten tancap gas ngejar target pendapatan daerah. Sebanyak 960 pegawai Badan Pendapatan Daerah…