SERANG, –Gubernur Banten menegaskan Forum Tanggung Jawab Sosial, Kemitraan, dan Bina Lingkungan Perusahaan (TJSKBLP) atau Forum CSR Provinsi Banten harus menjadi wadah gotong royong antara pemerintah dan dunia usaha untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Andra Soni usai mengukuhkan kepengurusan Forum TJSKBLP Provinsi Banten masa bakti 2026-2030 di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Senin (25/5/2026).
“Alhamdulillah, hari ini saya mengesahkan dan melantik kepengurusan Forum Tanggung Jawab Sosial, Kemitraan, dan Bina Lingkungan Perusahaan Provinsi Banten yang biasa dikenal sebagai Forum CSR,” ungkap Andra Soni.
Menurutnya, regulasi terkait forum tersebut sebenarnya telah dibentuk sejak 2016. Namun, pelaksanaannya dinilai belum berjalan optimal. Karena itu, Forum CSR diharapkan dapat lebih efektif memperkuat sinergi antara program pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
“Masyarakat Banten berharap besar forum ini mampu memaksimalkan potensi daerah sesuai ketentuan perundang-undangan dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Tim Seleksi Forum TJSKBLP Provinsi Banten menjelaskan pengukuhan kepengurusan merupakan hasil proses seleksi yang berlangsung sejak Oktober hingga Desember 2025. Pada 29 Desember 2025, resmi ditetapkan sebagai Ketua Forum TJSKBLP Provinsi Banten.
“Setelah ditetapkan sebagai ketua, Jamil menyusun struktur kepengurusan mulai dari penasihat, ketua bidang hingga wakil ketua yang kemudian ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Banten Nomor 157 Tahun 2026,” ujarnya.
Jamil mengatakan pengukuhan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat tata kelola program CSR yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Dalam 100 hari pertama kepengurusan, pihaknya akan fokus melakukan pembenahan kelembagaan, termasuk penyusunan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), standar operasional prosedur (SOP), serta memperkuat kemitraan strategis.
“Ini adalah bentuk penegasan amanah dan momentum untuk memulai kerja besar yang lebih terarah, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Selain itu, Forum TJSKBLP Provinsi Banten juga akan mendorong program CSR yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.
“Basisnya adalah kebutuhan masyarakat dan realita di lapangan,” ujarnya.
Dalam rangkaian pengukuhan tersebut juga diluncurkan website Forum CSR TJSKBLP Provinsi Banten. Selain itu, dilakukan penyerahan simbolis program CSR dari senilai Rp 2,155 miliar.
Bantuan tersebut meliputi program bedah rumah dan mushola sebanyak delapan unit, beasiswa sekolah perawat Fuji Academy untuk bekerja di Jepang bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten bagi 20 siswa, serta beasiswa pelatihan AI dan Cloud Computing (AWS) kepada 50 siswa. (Aldo)
PANDEGLANG - Pelaksana pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Kadujangkung, Kecamatan Mekarjaya,…
Serang — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu daerah dengan…
PANDEGLANG, –Tinawati Andra Soni bersama jajaran Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Banten meninjau pelayanan…
PANDEGLANG, –Menjelang masa purna tugas sebagai Sekretaris DPRD Kabupaten Pandeglang, Suhaedi Kurdiatna menegaskan semangat pengabdiannya…
PANDEGLANG, –DPD KNPI Kabupaten Pandeglang menggelar diskusi publik dan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta…
SERANG - Menyikapi beredarnya isu dan video yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat terkait…