EDUKASI

Holding Ultra Mikro Dongkrak 2,5 Juta Nasabah Mekaar Naik Kelas

JAKARTA, –Kehadiran Holding Ultra Mikro (UMi) yang mengintegrasikan BRI, Pegadaian, dan PNM terbukti memberikan dampak signifikan bagi pemberdayaan pelaku usaha mikro. Salah satu hasil nyatanya, jumlah nasabah PNM Mekaar yang berhasil naik kelas melonjak menjadi 2,57 juta orang pada 2025.

Pembentukan Holding UMi pada 2021 menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperluas akses pembiayaan dan layanan keuangan bagi masyarakat, khususnya perempuan prasejahtera yang menjadi sasaran program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).

Integrasi tersebut tidak hanya memperluas jangkauan layanan, tetapi juga menghadirkan kemudahan bagi nasabah dalam mengakses pembiayaan, produk keuangan, hingga berbagai program pemberdayaan usaha.

Dalam lima tahun terakhir, nasabah Mekaar menikmati proses pengajuan pembiayaan yang lebih mudah, akses layanan keuangan yang lebih luas melalui berbagai kanal, serta pilihan produk yang semakin beragam sesuai kebutuhan usaha.

Selain memperoleh modal usaha, nasabah juga mendapatkan pendampingan yang lebih terstruktur. Dukungan ekosistem Holding UMi memungkinkan nasabah mengembangkan usaha secara berkelanjutan melalui pelatihan, peningkatan literasi keuangan, hingga akses ke marketplace.

Hasilnya terlihat dari lonjakan jumlah nasabah Mekaar yang naik kelas. Pada 2022, jumlahnya tercatat sebanyak 329.532 orang. Angka tersebut melonjak hampir delapan kali lipat menjadi 2.579.407 orang pada 2025.

Peningkatan itu mencerminkan semakin kuatnya kapasitas usaha dan kemampuan finansial para nasabah. Tak hanya itu, mereka juga mulai memanfaatkan produk non-pinjaman seperti tabungan emas dan asuransi mikro sebagai bagian dari pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Dampak positif lainnya terlihat dari pertumbuhan jumlah nasabah yang menjadi Agen BRILink. Jika pada 2022 tercatat sebanyak 69.016 orang, maka pada 2025 jumlahnya meningkat menjadi 186.477 orang.

Direktur Keuangan PNM, Sahat Pangaribuan, mengatakan Holding Ultra Mikro telah membuka peluang lebih besar bagi nasabah untuk berkembang dan meningkatkan skala usahanya.

“Integrasi ini membuat layanan menjadi lebih mudah diakses dan lebih lengkap, sehingga nasabah tidak hanya mendapatkan pembiayaan, tetapi juga pendampingan dan peluang untuk berkembang. Kami melihat nasabah semakin siap naik kelas, lebih mandiri secara finansial, dan memiliki peluang yang lebih besar untuk mengembangkan usahanya ke tahap berikutnya,” ujar Sahat.

Menurut dia, Holding Ultra Mikro tidak sekadar memperluas akses layanan keuangan, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Dengan ekosistem yang semakin terintegrasi, nasabah didorong menjadi lebih produktif dan berperan aktif dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. (Red)

Deni

Recent Posts

Wagub Banten Puji QRIS: Transaksi Cepat, Transparan hingga Lintas Negara

JAKARTA, – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah memuji kemudahan pembayaran menggunakan Quick Response Code…

8 jam ago

Pemprov Banten Luncurkan QRIS Samling, Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Mudah

SERANG, – Pemprov Banten meluncurkan QRIS Samling Movement untuk mempermudah masyarakat membayar pajak kendaraan bermotor…

19 jam ago

Gubernur Banten Sambangi Keluarga 2 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

DEPOK, – Gubernur Banten Andra Soni menyambangi kediaman keluarga dua jurnalis yang hilang kontak saat meliput…

1 hari ago

Kapolres Lebak Takziah ke Rumah Jurnalis ANTARA yang Hilang Saat Liputan Erupsi GAK

LEBAK, – Duka menyelimuti keluarga almarhum M Bagus Khoirunas, jurnalis Kantor Berita ANTARA yang hilang…

1 hari ago

Ketum DPP KNPI Dukung Kuliah Gratis: Cetak SDM Unggul Menuju Indonesia Emas

JAKARTA, – Wacana menggratiskan pendidikan hingga perguruan tinggi mendapat dukungan dari Ketua Umum Dewan Pengurus…

1 hari ago

Bupati Pandeglang Koordinasi dengan SAR Buka Peluang Pencarian 5 Jurnalis dan 2 ABK Arupadhatu I

PANDEGLANG, – Harapan menemukan lima jurnalis dan dua anak buah kapal (ABK) yang masih hilang…

1 hari ago