GAYA HIDUP

Tingkatkan Hasil Tangkapan Nelayan, Pemprov Banten Salurkan Alat Tangkap Ramah Lingkungan

SERANG, –Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyalurkan berbagai bantuan alat tangkap ramah lingkungan guna meningkatkan hasil tangkapan sekaligus kesejahteraan nelayan di wilayah pesisir.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan bantuan tersebut juga bertujuan menjaga kelestarian ekosistem laut serta menjadi solusi atas sejumlah persoalan yang selama ini dihadapi nelayan.

“Masalah utama nelayan kita adalah masih banyaknya alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, kondisinya sudah usang dan rusak. Ditambah cuaca ekstrem, hasil tangkapan tidak maksimal sehingga pendapatan nelayan terdampak,” kata Andra kepada wartawan, Kamis (11/6/2026).

Andra menjelaskan, bantuan yang telah disalurkan antara lain 12 unit alat tangkap berupa jaring ukuran 2 inci dan 4 inci untuk nelayan pesisir Banten, serta 137 unit Turtle Excluder Device (TED) pada 2025.

Selain itu, Pemprov Banten juga menyalurkan 55 unit alat tangkap ramah lingkungan, dua unit kapal berkapasitas 2 GT untuk nelayan Carita, life jacket untuk keselamatan melaut, serta program asuransi bagi 4.100 nelayan.

Bantuan lainnya meliputi santunan kecelakaan sebesar Rp 71 juta, santunan kematian Rp 42 juta, hingga bantuan benih ikan untuk mendukung sektor budidaya perikanan.

Tak hanya bantuan sarana, Pemprov Banten juga bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam memberikan pelatihan penggunaan booster pemanggil ikan dan atraktor cumi kepada nelayan.

“Alhamdulillah hasilnya signifikan. Tangkapan nelayan meningkat dari sekitar 10 kilogram menjadi 30 kilogram, atau naik hingga 300 persen,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen mendukung sektor perikanan, Andra mengatakan Pemprov Banten telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 900 juta pada 2026 untuk bantuan nelayan. Anggaran tersebut akan digunakan untuk pengadaan alat tangkap, fish apartment, Automatic Identification System (AIS), serta asuransi nelayan.

Menurutnya, bantuan tersebut dapat diakses melalui dua skema pengajuan. Pertama, skema hibah di atas Rp 100 juta yang diajukan melalui situs e-Hibah dengan syarat memiliki rekomendasi dari dinas kabupaten/kota, surat domisili, dan legalitas kelompok nelayan berupa AHU dari Kementerian Hukum.

“Kedua, bantuan langsung di bawah Rp 35 juta yang diusulkan melalui kelurahan, kecamatan, dan dinas terkait,” jelasnya.

Andra berharap berbagai bantuan yang telah disalurkan dapat mendorong penggunaan alat tangkap ramah lingkungan sekaligus meningkatkan produktivitas nelayan secara berkelanjutan.

“Harapan kami jelas, nelayan menggunakan alat tangkap ramah lingkungan untuk menjaga kelestarian laut, sehingga hasil tangkapannya meningkat dan kesejahteraan nelayan ikut terdorong,” pungkasnya. (Aldo)

Deni

Recent Posts

Operasi Patuh Maung 2026 Dimulai Besok, Enam Pelanggaran Dibidik!

PANDEGLANG, – Siap-siap! Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pandeglang, Polda Banten, bakal menggelar Operasi Patuh…

13 jam ago

Andra Soni Dukung Pelestarian Baduy, 70 Ribu Bibit Pohon Ditanam

LEBAK, – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam menjaga kelestarian…

14 jam ago

Angka Kematian Bayi di Lebak Capai 149 Kasus Sepanjang 2026

LEBAK, – Angka kematian bayi (AKB) di Kabupaten Lebak, Banten, mencapai 149 kasus sepanjang 2026.…

20 jam ago

PUB Guyur Baduy 70 Ribu Bibit, Tanah Ulayat Makin Sempit!

LEBAK, – Kepedulian terhadap masyarakat adat Baduy tak cukup hanya lewat kata-kata. Paguyuban Urang Banten…

21 jam ago

Jalan Rusak Makan Korban, Golkar dan Warga Cisata Siap Turun Tangan!

PANDEGLANG, – Tak ingin kerusakan jalan terus memakan korban, Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar Cisata…

2 hari ago

Dua Tahun Prabowo-Gibran, KAMMI Serang Raya Bongkar Sejumlah Persoalan

SERANG, – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka belum…

2 hari ago