Arus kendaraan di jalur penghubung Legok (Kabupaten Tangerang) dan Parung Panjang (Kabupaten Bogor) terganggu akibat aksi blokir yang dilakukan sejumlah sopir truk tambang, Kamis (18/9/2025) malam.
Aksi itu berlangsung di area jembatan yang menjadi titik lintas utama kedua wilayah. Sopir truk menghentikan kendaraan mereka lantaran menolak pembatasan jam operasional yang melarang truk melintas sebelum pukul 22.00 WIB.
Kemacetan pun tidak terhindarkan. Antrean kendaraan mengular hingga dua kilometer, terutama dari arah Bogor menuju Tangerang. Situasi tersebut memicu reaksi warga sekitar yang menilai para sopir sengaja mengacaukan lalu lintas.
“Para sopir mungkin anti klimaks ya hari ini. Yang pasti mereka menentang jam operasional yang sudah lama diterbitkan Pemkab Tangerang,” ungkap Udin, warga Legok.
Ia menjelaskan, kondisi jalan kembali normal setelah dilakukan negosiasi antara aparat, pemerintah kecamatan, dan sopir truk. “Jam 10 baru bisa lewat, diatur juga sama petugas. Pak Camat Legok juga turun ke lokasi di jembatan itu,” tambahnya.
Udin berharap, permasalahan lintas daerah ini segera ditangani dengan koordinasi yang lebih serius. “Mudah-mudahan ada koordinasi yang baik antara pemerintah Tangerang dengan pemerintah Bogor untuk menyelesaikan masalah ini,” pungkasnya.
SERANG — Koordinator Penerus Banten, Egi Hendrawan, memberikan apresiasi tinggi atas diraihnya penghargaan KWP Awards…
PANDEGLANG, –Puluhan pedagang angsongan di wilayah Kabupaten Pandeglang membentuk Paguyuban Pedagang Angsongan sebagai wadah memperkuat…
SERANG, –Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama Bank Banten meraih penghargaan dalam ajang The Asian Post…
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai Sabtu,…
SERANG - Guna mencegah peredaran narkoba di wilayah hukum Polda Banten, Personel gabungan menggelar razia…
SERANG, –Pemprov Banten tancap gas ngejar target pendapatan daerah. Sebanyak 960 pegawai Badan Pendapatan Daerah…