<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Universitas Pamulang Arsip | Banten Online</title>
	<atom:link href="https://bantenonline.com/tag/universitas-pamulang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bantenonline.com/tag/universitas-pamulang/</link>
	<description>Beritanya Warga Banten</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Jun 2025 16:13:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://bantenonline.com/wp-content/uploads/2025/09/Kirimnan-Instagram-Kehamilan-Ibu-dan-Ungkapan-Jenis-Kelamin-dengan-Foto-Ultrasound-Ungu-Muda-Logo-36x36.png</url>
	<title>Universitas Pamulang Arsip | Banten Online</title>
	<link>https://bantenonline.com/tag/universitas-pamulang/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dua Pendemo Ngaku Mahasiswa Unpam Intimidasi Wartawan Saat Liputan</title>
		<link>https://bantenonline.com/dua-pendemo-ngaku-mahasiswa-unpam-intimidasi-wartawan-saat-liputan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[editor]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2025 16:13:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BERITA HOT]]></category>
		<category><![CDATA[TANGERANG RAYA]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa Hukum Unpam]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Tangsel]]></category>
		<category><![CDATA[Tangerang Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Tangsel]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pamulang]]></category>
		<category><![CDATA[Unpam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bantenonline.com/?p=1220</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bantenonline.com &#8211; Dua orang yang mengaku sebagai mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) Fakultas Hukum datang ke kawasan Perkantoran Lengkong Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dengan maksud menggelar aksi, pada Kamis (5/6). Keduanya menggelar aksi di depan kawasan Perkantoran Lengkong, Serpong, Kota Tangsel, dengan membawa sejumlah tuntutan yang belum dijelaskan secara rinci kepada media. Tak lama berorasi, kedua [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bantenonline.com/dua-pendemo-ngaku-mahasiswa-unpam-intimidasi-wartawan-saat-liputan/">Dua Pendemo Ngaku Mahasiswa Unpam Intimidasi Wartawan Saat Liputan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bantenonline.com">Banten Online</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://Bantenonline.com"><strong>Bantenonline.com</strong></a> &#8211; Dua orang yang mengaku sebagai mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) Fakultas Hukum datang ke kawasan Perkantoran Lengkong Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dengan maksud menggelar aksi, pada Kamis (5/6).</p>
<p>Keduanya menggelar aksi di depan kawasan Perkantoran Lengkong, Serpong, Kota Tangsel, dengan membawa sejumlah tuntutan yang belum dijelaskan secara rinci kepada media.</p>
<p>Tak lama berorasi, kedua pria yang mengatasnamakan dirinya dari Front Aktivis Tanah Air tersebut dipersilakan oleh salah beberapa pegawai pemerintahan untuk berkomunikasi agar mengetahui duduk perkara yang menjadi poin tuntutan.</p>
<p>Dalam <a href="https://siarnitas.id/mahasiswa-hukum-unpam-aksi-di-pemkot-tangsel-tapi-tak-tahu-isi-tuntutan/">audiensi</a> tersebut, percakapan dibuka dengan permintaan surat izin aksi dan identitas. Namun yang bersangkutan, tidak dapat menunjukkan keduanya. Pihak dinas pun tidak menerima tembusan surat izin aksi tersebut.</p>
<p>Namun yang bersangkutan, mengklaim sudah melayangkan surat pemberitahuan aksi ke pihak berwajib. Namun lagi-lagi tak dapat menunjukkannya.</p>
<p>&#8220;Tanyakan ke resepsionis di depan. Saya masukkan di depan tanggal 3 Juni. Surat pemberitahuan aksinya,&#8221; kata salah satu peserta aksi berinisial LF.</p>
<p><strong>Baca Juga : <a href="https://bantenonline.com/banjir-jadi-langganan-di-pondok-maharta-warga-minta-pemerintah-beli-komplek-dan-dijadikan-waduk-saja/">Banjir Jadi Langganan di Pondok Maharta, Warga Minta Pemerintah Beli Komplek dan Dijadikan Waduk Saja</a></strong></p>
<p>Setelah itu, diskusi pun mulai berjalan. Saat itu, pihak dinas mempersilakan pendemo untuk mengungkapkan isi tuntutannya.</p>
<p>Namun saat ditanya isi tuntutannya, mereka sempat terdiam seolah kebingungan diduga tidak menguasai tujuan aksinya.</p>
<p>Bahkan pada saat ditanya mengenai data isi tuntutan, mereka tak mampu menunjukkan. Hingga mengharuskan salah satu dari mereka membuka ponsel. Poin tuntutan pun tak dapat dijabarkan secara jelas dan menyeluruh.</p>
<p>Selain itu, salah satu peserta aksi juga sempat menunjuk-menunjuk ke arah salah satu awak media dengan tendensi ucapan yang mengintimidasi.</p>
<p>Merasa tak terima, salah satu wartawan berinisial D langsung menyangkal perkataan salah satu mahasiswa tersebut.</p>
<p>Ia menilai hal yang diungkapkan oleh salah satu peserta aksi diduga menjadi bentuk intimidasi.</p>
<p>&#8220;Dari awal dia bilang sambil nunjuk-nunjuk kalo media jangan beritakan yang gak benar. Terus di akhir dia nunjuk-nunjuk lagi ke arah wartawan dengan nada seperti itu. Seolah seperti mengintimidasi wartawan. Kita wartawan mengerti, kami pun kerja dilindungi undang-undang. Tidak bisa dia seperti itu,&#8221; singkat.</p>
<p>Tak lama kemudian, keduanya pun langsung meninggalkan gedung.</p>
<p>Artikel <a href="https://bantenonline.com/dua-pendemo-ngaku-mahasiswa-unpam-intimidasi-wartawan-saat-liputan/">Dua Pendemo Ngaku Mahasiswa Unpam Intimidasi Wartawan Saat Liputan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bantenonline.com">Banten Online</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
