BERITA HOT

Soal Isu Peleburan Gerindra-Nasdem Tak Logis

JAKARTA – Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Arif Rahman, SH angkat bicara terkait isu peleburan Partai NasDem dengan Partai Gerindra yang mencuat ke publik.

Arif menilai wacana tersebut tidak logis dan terkesan dipaksakan. Ia menyebut, bukan perkara mudah meleburkan Partai NasDem yang telah berdiri sejak 11 November 2011.

“Bagaimana mungkin Partai NasDem yang sudah didirikan 15 tahun lalu dan penuh pengorbanan harus dilebur hanya karena tidak menjadi bagian dari koalisi pemerintah? Ini di luar nalar,” kata Arif kepada wartawan, Senin (13/4/2026).

Arif menegaskan, Partai NasDem bukan entitas bisnis seperti perseroan terbatas terbuka (Tbk) yang dapat dengan mudah digabungkan. Menurutnya, NasDem memiliki tanggung jawab politik terhadap jutaan pemilih pada Pemilu 2024.

“Partai NasDem bukan PT Tbk. Kami punya pertanggungjawaban terhadap rakyat yang memilih kami, sebanyak 14.660.516 suara atau 9,6 persen pada Pemilu 2024,” ujarny.

Legislator NasDem dari Dapil Banten I (Lebak-Pandeglang) itu juga menyebut, basis kader partainya berasal dari berbagai latar belakang organisasi kemasyarakatan (ormas), sehingga tidak bisa disederhanakan seperti narasi yang beredar.

“NasDem diisi kader dari berbagai ormas, jadi tidak bisa disederhanakan seperti tuduhan dalam cover Majalah Tempo yang bertajuk ‘PT NasDem Indonesia Raya Tbk’,” katanya.

Arif turut menyinggung kedekatan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dengan Presiden RI sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Ia menilai hubungan personal tersebut tidak bisa diartikan sebagai rencana penggabungan partai.

“Kalau hubungan baik itu ditafsirkan sebagai peleburan, maka itu cacat logika,” tegasnya.

Arif juga mempertanyakan pemberitaan Majalah Tempo yang memunculkan isu tersebut. Ia menilai media seharusnya mengedepankan prinsip jurnalistik, termasuk cover both sides.

“Informasi yang masih sumir harus diuji kebenarannya dengan konfirmasi kepada pihak terkait, bukan langsung diinterpretasikan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Arif menyoroti waktu publikasi laporan tersebut. Ia menduga ada pihak yang ingin mendegradasi Partai NasDem.

“Pertemuan Pak Surya Paloh dan Pak Prabowo disebut terjadi pertengahan Februari, tapi kenapa baru diterbitkan sekarang? Ada motif apa di balik semua ini?” imbuhnya.

Sebagai informasi, Majalah Tempo edisi pekan ini melaporkan adanya usulan dari Prabowo Subianto kepada Surya Paloh untuk menggabungkan Partai Gerindra dan Partai NasDem.

Wacana itu disebut mencuat usai pertemuan keduanya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada pertengahan Februari 2026. (Red)

Deni

Recent Posts

Patroli Rutin Polres Pandeglang Gencar Tegur Pelanggar Lalu Lintas

PANDEGLANG, – Satlantas Polres Pandeglang rutin menggelar patroli simpatik untuk mencegah kecelakaan lalu lintas. Dalam…

2 jam ago

Masyarakat Terbantu, Pemerataan Akses Pendidikan Gubernur Andra Soni Semakin Berkeadilan

SERANG - Gubernur Banten Andra Soni berkomitmen terus memperluas akses pendidikan melalui pembangunan Unit Sekolah…

5 jam ago

DPRD Pandeglang Setujui Perubahan KUA-PPAS 2026, Pendapatan Daerah Melorot Rp170 Miliar

PANDEGLANG, – DPRD Kabupaten Pandeglang resmi menyetujui perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran…

20 jam ago

Tak Sekadar Kejar Target, Andra Soni Ingin Semua Warga Banten Sehat Lewat CKG

TANGERANG, – Gubernur Banten Andra Soni tak ingin Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hanya sekadar…

20 jam ago

Balik ke Sekolah, Mentrans Iftitah Jadi Pembina Upacara Saya Datang Sebagai Alumni, Bukan Menteri

PANDEGLANG, – Ada yang spesial dari kunjungan Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara ke SMP…

1 hari ago

DPRD Pandeglang Acungi Jempol TNI AD Bangun Jalan 18 Km di Cimanggu

PANDEGLANG, – TNI Angkatan Darat (AD) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat. Sebanyak 18 kilometer jalan…

1 hari ago