BERITA HOT

Satreskrim Polres Pandeglang Tangani Dugaan Penganiayaan Gadis Asal Mekarjaya

PANDEGLANG, –Seorang gadis asal Kecamatan Mekarjaya diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan kekasihnya berinisial T, warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Kasus tersebut kini ditangani Satreskrim Polres Pandeglang.

Kanit PPA Satreskrim Polres Pandeglang, IPDA Widiyanto, membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut. Laporan korban telah diterima Unit PPA dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan.

“Ya, kami telah menerima laporan pengaduan dari korban yang beralamat di Mekarjaya. Korban mengaku mengalami tindak pidana kekerasan fisik yang diduga dilakukan pacarnya yang beralamat di Kecamatan Rangkasbitung,” kata Widiyanto kepada wartawan, Selasa (12/5/2026).

Menurut Widiyanto, pihak kepolisian akan segera memanggil korban beserta sejumlah saksi untuk dimintai keterangan. Setelah itu, polisi akan menjadwalkan pemanggilan terhadap terduga pelaku.

“Saat ini kami akan memanggil korban pelapor serta saksi-saksi. Setelah itu baru kemungkinan dilakukan pemanggilan terhadap terduga pelaku,” ujarnya.

Berdasarkan laporan yang diterima polisi, korban diduga mengalami kekerasan fisik di sejumlah bagian tubuh.

“Dari laporan, pelaku diduga memukul bagian wajah, kepala, tangan, dan beberapa bagian tubuh lainnya,” tambahnya.

Widiyanto menuturkan, laporan tersebut diterima pihak kepolisian sekitar empat hari lalu. Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang tercantum dalam laporan keluarga korban.

Gadis asal Mekarjaya Pandeglang korban penganiayaan.

Sebelumnya diberitakan, Nasib pilu dialami seorang gadis di Kabupaten Pandeglang. Remaja berinisial Bunga (bukan nama sebenarnya), warga Kecamatan Mekarjaya, diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan kekasihnya sendiri.

Peristiwa itu terjadi pada 3 Mei 2026 lalu. Saat itu, korban hendak pulang dan dijemput oleh terduga pelaku berinisial T.

Namun, alih-alih mengantarkan korban pulang, pelaku justru membawa Bunga ke arah Rangkasbitung dengan alasan hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM).

Korban yang masih duduk di bangku kelas XI itu mengaku, di tengah perjalanan pelaku mulai menginterogasinya dengan nada emosi karena diduga diliputi rasa cemburu. (Yus)

Deni

Recent Posts

Wagub Banten Puji QRIS: Transaksi Cepat, Transparan hingga Lintas Negara

JAKARTA, – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah memuji kemudahan pembayaran menggunakan Quick Response Code…

12 jam ago

Pemprov Banten Luncurkan QRIS Samling, Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Mudah

SERANG, – Pemprov Banten meluncurkan QRIS Samling Movement untuk mempermudah masyarakat membayar pajak kendaraan bermotor…

1 hari ago

Gubernur Banten Sambangi Keluarga 2 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

DEPOK, – Gubernur Banten Andra Soni menyambangi kediaman keluarga dua jurnalis yang hilang kontak saat meliput…

1 hari ago

Kapolres Lebak Takziah ke Rumah Jurnalis ANTARA yang Hilang Saat Liputan Erupsi GAK

LEBAK, – Duka menyelimuti keluarga almarhum M Bagus Khoirunas, jurnalis Kantor Berita ANTARA yang hilang…

1 hari ago

Ketum DPP KNPI Dukung Kuliah Gratis: Cetak SDM Unggul Menuju Indonesia Emas

JAKARTA, – Wacana menggratiskan pendidikan hingga perguruan tinggi mendapat dukungan dari Ketua Umum Dewan Pengurus…

1 hari ago

Bupati Pandeglang Koordinasi dengan SAR Buka Peluang Pencarian 5 Jurnalis dan 2 ABK Arupadhatu I

PANDEGLANG, – Harapan menemukan lima jurnalis dan dua anak buah kapal (ABK) yang masih hilang…

2 hari ago