BERITA HOT

PPDB Madrasah Banten Digelar Terpusat Secara Online, Kemenag Terkendala Sarana dan Status Lahan

SERANG, –Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Banten menerapkan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) madrasah secara terpusat dan berbasis online pada tahun ajaran 2026/2027. Sistem tersebut berlaku untuk Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA), baik negeri maupun swasta.

Kepala Kanwil Kemenag Banten, Dr. H. Amrullah, MSi mengatakan sejumlah madrasah memang telah membuka pendaftaran secara mandiri. Namun, hal itu tidak menjadi persoalan selama proses penerimaan tetap mengacu pada kuota dan daya tampung masing-masing madrasah.

“Yang terpenting penerimaan peserta didik disesuaikan dengan kuota dan sarana yang tersedia. Kapasitas setiap madrasah berbeda-beda karena menyesuaikan jumlah ruang kelas yang dimiliki,” kata Dr. H. Amrullah kepada wartawan, Rabu (1/7/2026) melalui telepon selulernya.

Di balik pelaksanaan PPDB, Kemenag masih menghadapi persoalan pemerataan sarana dan prasarana pendidikan. Menurut Dr. Amrullah, kondisi tersebut paling banyak dirasakan madrasah swasta yang jumlahnya mencapai sekitar 90 persen dari total madrasah di Banten.

“Kami ingin melakukan pembangunan secara proporsional dengan skala prioritas. Madrasah yang paling membutuhkan akan menjadi perhatian utama. Namun, kebutuhan pembangunan masih jauh lebih besar dibandingkan anggaran yang tersedia,” ujarnya.

Amrullah mengatakan Kemenag terus berupaya meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan melalui pembangunan gedung MTs dan MA agar layanan pendidikan semakin optimal.

Namun, upaya tersebut masih terkendala status lahan. Menurutnya, banyak madrasah berdiri di atas tanah milik pemerintah daerah, pemerintah desa, maupun tanah wakaf yang belum tercatat sebagai aset Kementerian Agama. Kondisi itu membuat pembangunan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) belum dapat dilakukan.

“Kalau tanahnya belum menjadi aset Kementerian Agama, kami sulit membangun menggunakan APBN. Karena itu kami berharap tanah-tanah tersebut dapat dihibahkan kepada Kemenag agar pembangunan bisa segera dilakukan,” jelasnya.

Meski demikian, Kemenag tetap berupaya menyalurkan bantuan pembangunan melalui berbagai program yang tersedia. Hanya saja, kebutuhan pembangunan ruang belajar dan fasilitas pendidikan madrasah di Banten masih jauh lebih besar dibandingkan kemampuan anggaran yang dimiliki pemerintah. (Red)

Deni

Recent Posts

ICMI Orda Pandeglang Ucapkan Selamat HUT Bhayangkara ke-80, Apresiasi Kinerja Polri

PANDEGLANG, –Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Kabupaten Pandeglang menyampaikan ucapan selamat Hari…

5 jam ago

DPRD Pandeglang Klaim Dana Pokir 2026 Tepat Sasaran, P4 Minta APH Ikut Awasi

PANDEGLANG, –DPRD Kabupaten Pandeglang memastikan alokasi dana Pokok-pokok Pikiran (Pokir) Tahun Anggaran 2026 akan digunakan…

6 jam ago

Ketua DPRD Pandeglang Dorong Pembangunan Perpustakaan Daerah Jadi Ikon Baru

PANDEGLANG, –Ketua DPRD Pandeglang Tb H Agus Khotibul Umam mendorong pembangunan gedung perpustakaan daerah yang…

7 jam ago

Ulama Apresiasi Kinerja Polres Pandeglang di HUT Bhayangkara ke-80

PANDEGLANG, –Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli 2026, berbagai…

11 jam ago

Ketum DPP KNPI Harap Polri Makin Presisi, Pemuda Siap Perkuat Kolaborasi

BOGOR, –Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Dr. Ali Hanafia,…

12 jam ago

Ketua DPRD Apresiasi Kinerja Polres Pandeglang, 426 Perkara Tuntas dalam Setahun

PANDEGLANG, –Ketua DPRD Pandeglang H. Tb Agus Khotibul Umam mengapresiasi kinerja Polres Pandeglang yang berhasil…

13 jam ago