PANDEGLANG, –Renovasi Kompleks Maqbaroh Syech Muhammad Ruyyani Mandala bin Syech Shohibul Mandala di Kampung Kadupinang, Kabupaten Pandeglang, Banten, telah rampung. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono pada Jumat (5/6/2026).
Peresmian dilakukan dalam rangkaian kegiatan keagamaan dan budaya yang dihadiri keluarga besar Mandala lintas generasi. Acara diawali dengan ziarah ke seluruh maqbaroh di dalam kompleks dan pembacaan doa bersama para ulama.
Marsekal Tonny hadir sebagai bagian dari keturunan keluarga Mandala. Ia didampingi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Suyudi Ario Seto dan KH Yusuf Almubarok.
Turut hadir Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah, Bupati Pandeglang Rd Dewi Setiani, ulama, tokoh masyarakat, serta perwakilan keluarga Mandala dari berbagai daerah.
Dalam sesi manaqib, KH Yusuf Almubarok menyampaikan bahwa Bani Mandala memiliki jejak sejarah panjang dalam perjuangan Kesultanan Banten, baik dalam penyebaran Islam maupun perlawanan terhadap penjajah. Nilai pengabdian tersebut, menurutnya, terus diwariskan kepada generasi penerus yang kini berkiprah di berbagai institusi negara.
“Penandatanganan prasasti ini bukan sekadar seremoni. Ini deklarasi moral bahwa pemeliharaan situs bersejarah dan warisan spiritual adalah amanah yang harus dilanjutkan dari satu generasi ke generasi berikutnya,” kata KH Yusuf Almubarok.
Ia juga menjelaskan, Kompleks Maqbaroh Kadupinang merupakan salah satu situs penting dalam silsilah keluarga Mandala di Banten Selatan. Selain makam Syech Muhammad Ruyyani Mandala dan Syech Shohibul Mandala, di lokasi tersebut juga dimakamkan sejumlah tokoh lainnya, seperti Syech Dalem Dayeuhan, Syech Dalem Mandala, Syech Cili Mandala, dan Syech Dalem Gadung.
“Dalam tradisi tarekat di Nusantara, Syech Muhammad Ruyyani Mandala dikenal sebagai mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah. Ajaran dan sanad keilmuannya yang diperoleh dari ayahnya, Syech Shohibul Mandala, masih diteruskan oleh keturunan serta masyarakat sekitar hingga kini,” tuturnya.
Renovasi kompleks maqbaroh dilakukan atas inisiatif keluarga besar Mandala. Selain untuk menjaga kondisi fisik situs bersejarah, program tersebut juga bertujuan mempererat hubungan antaranggota keluarga yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ceramah keagamaan yang disampaikan para ulama dari kalangan keturunan Mandala. (Red)
SERANG, –Pembangunan daerah tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari…
PANDEGLANG – Ketekunan Hamid (41) atau yang akrab disapa Empu Saprol patut diapresiasi. Warga Kampung…
PANDEGLANG, –Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang dari Fraksi PKS, Asep Rafiudin Arief, tetap aktif menyapa dan…
PANDEGLANG, –Kodim 0601/Pandeglang membangun lima jembatan di sejumlah wilayah Kabupaten Pandeglang. Pembangunan dilakukan secara gotong…
TANGERANG, –Gubernur Banten Andra Soni menilai olahraga dapat menjadi instrumen efektif untuk mempromosikan bisnis dan…
LEBAK, –Polda Banten menyalurkan 170 paket sembako dan menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat di…