EDUKASI

Kisah Ibu Irma, Penyandang Disabilitas Nasabah PNM Mekaar yang Berdayakan Sesama

PANDEGLANG, –Keterbatasan fisik kerap dipandang sebagai hambatan dalam menjalani kehidupan. Namun anggapan tersebut dipatahkan oleh Ibu Irma, nasabah PNM Mekaar asal Gunungleutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung.

Sebagai penyandang disabilitas, Irma membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari perjuangan. Ia justru menjadikannya sebagai motivasi untuk tetap produktif, mandiri, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

Melalui dukungan program pemberdayaan PNM Mekaar, Irma tidak hanya mengembangkan usahanya, tetapi juga aktif membagikan semangat dan pengetahuan kepada sesama penyandang disabilitas di sekitarnya.

Langkah tersebut sejalan dengan komitmen PNM dalam memberdayakan perempuan prasejahtera tanpa diskriminasi serta mendorong terciptanya ekosistem usaha yang inklusif.

Irma mengakui perjalanan yang dilaluinya tidak mudah. Ia kerap menghadapi stigma sosial hingga merasa dikucilkan. Meski demikian, ia memilih bangkit dan membuktikan bahwa penyandang disabilitas mampu mandiri.

“Walaupun banyak keterbatasan, kita harus kuat dan tidak bergantung pada belas kasihan. Harus semangat, bisa berusaha, dan mandiri,” ujar Irma.

Ia juga mengajak sesama penyandang disabilitas untuk tidak larut dalam rasa minder dan terus percaya pada kemampuan diri.
“Jangan hanya diam di rumah. Kita harus saling mendukung dan punya keinginan kuat untuk maju,” tambahnya.

Semangat Irma turut dirasakan oleh salah satu binaannya, Iis, yang mengaku mendapatkan kepercayaan diri setelah mendapat pendampingan.

“Saya merasa lebih dihargai dan menjadi lebih berarti,” kata Iis.

Kisah Irma menunjukkan bahwa pendampingan yang dilakukan tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi, tetapi juga memberikan penguatan psikososial bagi komunitas disabilitas.

Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, mengatakan sosok Irma mencerminkan komitmen PNM Mekaar dalam menciptakan pemberdayaan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Ini bukti komitmen PNM dalam membuka akses setara bagi perempuan prasejahtera untuk berkembang dan memberi manfaat bagi lingkungan,” ujar Dodot.

Menurut dia, pemberdayaan melalui pendampingan usaha, pelatihan, dan akses pembiayaan menjadi bagian dari strategi untuk memastikan setiap perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk maju.

Kisah Irma menjadi bukti bahwa pemberdayaan ekonomi tidak hanya mengubah kehidupan individu, tetapi juga membawa dampak sosial yang lebih luas di masyarakat. (Red)

Deni

Recent Posts

Gubernur Banten Lepas Dua Paskibraka Nasional, Siap Bertugas di Upacara HUT ke-81 RI

SERANG, –Gubernur Banten Andra Soni melepas dua anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2026…

58 menit ago

Andra Soni Tegaskan Sekolah Gratis di Banten Harus Berkualitas, Bukan Sekadar Gratis

TANGERANG, –Gubernur Banten Andra Soni menegaskan Program Sekolah Gratis yang dijalankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten…

2 jam ago

Dinkes Pandeglang Minta Pejabat Baru Percepat Program Kesehatan Masyarakat

PANDEGLANG, –Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang meminta para pejabat yang baru menjalani serah terima jabatan…

5 jam ago

Warga Sambut Rekonstruksi Jalan Teluknaga-Dadap, Andra Soni: Tahun Ini Diperbaiki Bertahap

TANGERANG, –Warga menyambut positif rekonstruksi Jalan Teluknaga-Dadap yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Perbaikan jalan…

5 jam ago

Gubernur Banten Tinjau Pembangunan 12 Ruang Kelas Baru di SMAN 30 Kabupaten Tangerang

TANGERANG, –Gubernur Banten Andra Soni meninjau pembangunan 12 ruang kelas baru (RKB) di SMAN 30…

9 jam ago

Hotel Tentrem Jakarta Rayakan Ulang Tahun ke-2 Lewat Dwiwarsa Tentrem, Angkat Warisan Budaya Indonesia dan Dukung Pendidikan Anak Autisme

Bantenonline.com - Hotel Tentrem Jakarta merayakan hari jadinya yang kedua melalui rangkaian program Dwiwarsa Tentrem:…

11 jam ago