BERITA HOT

Dinsos Pandeglang Catat 140 Ribu Warga Miskin Penerima Bansos

Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang mencatat jumlah penduduk miskin di daerah Kabupaten Pandeglang mencapai sekitar 140.000 jiwa.

Angka tersebut merujuk pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang kini digunakan pemerintah pusat dan daerah untuk menentukan penerima bantuan sosial (bansos).

Kepala Dinsos Pandeglang, Wawan Setiawan, mengatakan kesejahteraan masyarakat dalam DTSEN dibagi ke dalam 10 kelas atau desil. Warga yang masuk kategori miskin berada di desil 1 sampai 5.

“Yang disebut miskin adalah desil 1 sampai 5, dan hanya mereka yang berhak mendapat bansos dari pemerintah,” ungkap Kadinsos Wawan Setiawan kepada media, Jumat (22/08/2025).

Wawan menyebutkan, sebanyak 35 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) masuk kategori sangat miskin (desil 1), sedangkan kategori miskin (desil 2) tercatat 45 ribu KPM. Sementara kategori nyaris miskin (desil 3) sekitar 60 ribu KPM.

“Kalau dijumlahkan desil 1 sampai desil 3, ada sekitar 140 ribu warga Pandeglang yang masuk kategori miskin, mulai dari sangat miskin, miskin, hingga rawan miskin,” katanya.

Meski bansos bisa menjangkau hingga desil 5, Wawan mengakui penyaluran di Pandeglang masih terbatas pada desil 1, 2, dan sebagian kecil desil 3. Bansos yang disalurkan meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), BPJS, hingga pembagian beras.

“DTSEN ini pertama kali dipakai kemarin saat pembagian beras dari Bulog. Memang masih ada margin error sekitar 30 persen, tapi dibanding data sebelumnya, DTSEN lebih baik dan lebih tepat sasaran,” terangnya.

Selain dari APBD, Pandeglang juga mendapat tambahan bantuan dari Pemerintah Provinsi Banten lewat program Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Pada tahap pertama, bantuan disalurkan ke 5 ribu KPM, dan tahap kedua direncanakan pada Oktober mendatang untuk 2 ribu sampai 3 ribu KPM.

Namun begitu, Wawan menegaskan penanganan masalah kemiskinan di Pandeglang masih terkendala keterbatasan anggaran. Sejumlah program dari APBD tetap dijalankan, seperti bantuan sembako senilai Rp200 juta, bantuan sandang sekitar Rp100 juta, serta program P2K2 berupa sekolah bagi keluarga penerima manfaat PKH.

“Kalau hanya mengandalkan APBD ya jelas terbatas. Karena itu penanganan kemiskinan dilakukan bersama-sama dengan pemerintah provinsi dan pusat,” katanya.

Ia berharap, intervensi lintas sektor bisa terus diperkuat agar angka kemiskinan di Pandeglang berangsur turun setiap tahunnya.

“Harapannya angka kemiskinan di Pandeglang bisa terus berkurang dari tahun ke tahun. Itu menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan,” harapnya. (Red)

Deni

Recent Posts

Muslim Taufik Jadi Plt Sekwan Pandeglang, Siap Jaga Sinergi Eksekutif-Legislatif

PANDEGLANG, –Muslim Taufik resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD (Sekwan) Kabupaten Pandeglang. Ia…

2 jam ago

Menuju Porprov VII Banten 2026, Tangsel Tancap Gas! CDM Meeting Perdana Jadi Titik Awal Persiapan Besar

Bantenonline.com - Persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 terus dimatangkan. Komite Olahraga…

2 jam ago

Inflasi Banten Mei 2026 Capai 2,70 Persen, Tertinggi di Lebak

SERANG, –Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) pada Mei…

3 jam ago

KEMAS Soroti Dugaan Ketidaksesuaian PBB-P2 di Desa Kertaraharja, Minta Klarifikasi Terbuka

PANDEGLANG, –Keluarga Mahasiswa Sobang (KEMAS) menyoroti dugaan ketidaksesuaian dalam pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan…

12 jam ago

Program Sekolah Gratis Andra Soni Dongkrak Minat Masuk Sekolah Swasta

TANGERANG, – Program Sekolah Gratis (PSG) untuk sekolah swasta yang digagas Gubernur Banten Andra Soni…

15 jam ago

Andra Soni Pantau MBG dan Pra-SPMB, Tegaskan Tak Ada Titip-Menitip Siswa

TANGERANG – Gubernur Banten Andra Soni turun langsung memantau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)…

16 jam ago