BERITA HOT

Detik-detik Heryanto Bonsai Pamit Sebelum Antar Tamu ke Krakatau

PANDEGLANG, – Heryanto alias Bonsai sempat berbincang dengan seorang rekannya di dermaga Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, sebelum berangkat mengantar tamu ke Gunung Anak Krakatau (GAK). Tak disangka, percakapan singkat itu kini menjadi kenangan bagi orang-orang yang mengenalnya.

Momen tersebut terekam dalam video berdurasi sekitar 23 detik yang diterima media. Dalam rekaman, Bonsai terlihat santai berbincang dengan rekannya sebelum menaiki speedboat.

Rekannya sempat menanyakan keberangkatan Bonsai. Ia menjelaskan perjalanan tersebut dilakukan secara mendadak karena tamu sudah menunggu di dermaga.

“Dadakan ieu mah tamuna enggeus nangguan di dermaga, hampura teu bisa milu nyah,” kata Bonsai.

Artinya, keberangkatan itu mendadak karena tamu sudah menunggu di dermaga. Bonsai juga meminta maaf karena rekannya tidak bisa ikut.

Rekannya kemudian kembali menanyakan tujuan Bonsai.

“Ke Krakatau doang,” jawab Bonsai singkat.

Percakapan keduanya berlangsung santai. Tidak ada yang menyangka perjalanan tersebut kemudian berujung pada operasi pencarian di perairan Selat Sunda.

Sebelum berpisah, rekannya sempat mengingatkan Bonsai untuk berhati-hati.

“Ya, hati-hati ya, hati-hati,” pesan rekannya.

Bonsai kemudian meninggalkan dermaga untuk mengantar tamu menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Masih Dicari Tim SAR

Setelah keberangkatan itu, kabar Bonsai dan rombongan berubah menjadi pencarian. Speedboat yang mereka tumpangi dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Bonsai bersama lima jurnalis dan dua awak kapal lainnya hingga kini masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan.

Video berdurasi 23 detik tersebut kemudian beredar di media sosial. Rekaman yang awalnya tampak seperti percakapan biasa kini menjadi perhatian karena memperlihatkan momen sebelum Bonsai berangkat menuju Krakatau.

“Ke Krakatau doang,” kata Bonsai dalam rekaman tersebut.

Kalimat singkat itu kini memiliki arti berbeda bagi keluarga, rekan, dan orang-orang yang mengenalnya. Begitu pula pesan terakhir sang rekan di dermaga.

“Hati-hati ya.”

Tak ada yang menyangka, percakapan sederhana sebelum keberangkatan itu menjadi salah satu rekaman terakhir sebelum Bonsai dan rombongannya hilang kontak. (Red)

Deni

Recent Posts

Hari Keenam, SAR Kerahkan 15 Kapal dan Helikopter Cari 5 Jurnalis di Selat Sunda

PANDEGLANG, – Tim SAR gabungan belum menyerah mencari lima jurnalis dan tiga awak speedboat yang…

3 jam ago

BAPERA Banten Istighosah, Doakan 8 Korban Hilang di Selat Sunda

PANDEGLANG, – Suasana haru menyelimuti Posko SAR Carita, Pandeglang, Sabtu (12/9/2026) malam. Ratusan kader Barisan…

16 jam ago

Hari Kelima Pencarian 8 Orang Hilang, Basarnas Temukan Jeriken hingga Jaket Merah

PANDEGLANG, – Upaya pencarian lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) yang hilang kontak…

20 jam ago

Hari Kelima Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda, Kapolda Banten: Masih Nihil

PANDEGLANG, – Pencarian delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki hari kelima.…

23 jam ago

Hari Kelima, Wamen Komdigi Pantau Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda

PANDEGLANG, – Upaya mencari lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) yang hilang kontak…

1 hari ago

Waka II BAZNAS Banten Standby di Dapur Umum Posko Pencarian 5 Jurnalis dan 3 ABK

PANDEGLANG, – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten turun tangan membantu operasi pencarian lima…

1 hari ago