BERITA HOT

Bupati Pandeglang Hadiri Rakornas Antisipasi Kemarau 2026, Bahasa Soal El Nino

PANDEGLANG, –Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Antisipasi Musim Kemarau 2026 yang digelar di Auditorium Gedung F, Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026).

Rakornas yang dipimpin Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman itu membahas langkah strategis menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino yang diperkirakan mencapai puncak pada Agustus 2026.

Forum tersebut mempertemukan kepala daerah dan pemangku kepentingan guna memperkuat mitigasi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian serta menjaga stabilitas produksi pangan nasional.

Pemerintah menetapkan lima langkah percepatan. Pertama, memetakan wilayah rawan kekeringan secara presisi berbasis sistem peringatan dini BMKG.

Kedua, mempercepat rehabilitasi jaringan irigasi serta pembangunan embung, dam parit, dan sumur bor.

Ketiga, mendistribusikan 94.000 unit pompa air untuk mendukung pengairan lahan tadah hujan.

Keempat, mendorong petani memanfaatkan sisa air hujan melalui percepatan tanam dengan varietas tahan kering dan berumur genjah. Kelima, mengoptimalkan lahan rawa dan mempercepat pencetakan sawah baru.

Rakornas juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, termasuk keterlibatan TNI dan pemerintah daerah, guna memastikan ketahanan pangan jangka panjang.

Bupati Dewi menyatakan dukungan penuh terhadap program Kementerian Pertanian, khususnya dalam menghadapi potensi dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian di Pandeglang.

“Kami mengapresiasi respons cepat pemerintah pusat, khususnya Menteri Pertanian, terhadap berbagai usulan dari Pemerintah Kabupaten Pandeglang,” ujar Dewi dalam keterangannya yang didampingi Asda II Hj.Nuriah dan Plt.Kadistan Riza Ahmad Kurniawan.

Ia menambahkan, bantuan benih dan sarana produksi pertanian yang diberikan dinilai membantu meningkatkan produktivitas petani.

Menurut Dewi, ancaman kemarau justru menjadi momentum untuk memperkuat kesiapan daerah, mulai dari pengelolaan air hingga pendampingan kepada petani.

“Kami akan memastikan tidak ada lahan yang dibiarkan kering dan tidak produktif,” katanya.

Dewi menegaskan, sektor pertanian menjadi prioritas utama karena menjadi sumber penghidupan mayoritas masyarakat Pandeglang.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya pengelolaan air secara efisien sebagai kunci keberlanjutan pertanian di tengah perubahan iklim.

“Tidak boleh ada lahan pertanian yang menganggur hanya karena kekurangan air. Air adalah kunci keberlanjutan pertanian,” ujar Amran.

Ia juga mendorong pemanfaatan teknologi melalui pompanisasi, rehabilitasi irigasi, pembangunan embung, serta optimalisasi lahan rawa dan pencetakan sawah baru agar lahan dapat segera ditanami tanpa jeda. (Red)

Deni

Recent Posts

Dari Pesantren ke Kursi Ketua DPRD, Ini Jejak Politik Agus Umam

PANDEGLANG, –Tb H Agus Khotibul Umam, M.Pd atau yang akrab disapa Agus Umam kini dipercaya…

5 jam ago

Kapolda Banten Tekankan Perwira Muda Hindari Narkoba hingga Judi Online

SERANG, –Kapolda Banten Irjen Pol Hengki memberikan arahan kepada Perwira Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan…

8 jam ago

Mudah dan Transparan, Ini Tata Cara Pengurusan Layanan Pemakaman di Tangsel

TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan…

9 jam ago

DPRD Pandeglang Dukung 314 Atlet Berlaga di Popda Banten 2026

PANDEGLANG, –DPRD Pandeglang memberikan dukungan kepada para atlet pelajar asal Kabupaten Pandeglang yang akan berlaga…

10 jam ago

Andra Soni Sambut Kepala BPJS Ketenagakerjaan Banten yang Baru

SERANG, –Gubernur Banten Andra Soni menerima kunjungan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Banten yang baru,…

11 jam ago

Program Bang Andra Diklaim Mampu Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi dan Pertanian Banten

SERANG, –Gubernur Banten Andra Soni mengklaim Program Bang Andra mampu meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi masyarakat…

13 jam ago