BERITA HOT

50 Hewan Kurban di Banten Alami Penyakit Ringan

Petugas medik veteriner saat melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban,/Aldo Marantika/Bantenonline.

SERANG – Dinas Pertanian Provinsi Banten, hingga saat ini belum menemukan adanya hewan kurban yang mengalami penyakit serius, menjelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah.

“Saat ini dilapak Alhamdulillah belum ditemukan gejala penyakit mengarah ke penyakit hewan menular strategis seperti antraks, PMK, LSD dan brucellosis,” kata Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet pada Dinas Pertanian Banten, Ari Mardiana kepada awak media, Jumat 22 Mei 2026.

Meski demikian, pihaknya mencatat ada sejumlah hewan kurban yang mengalami gejala penyakit ringan, seperti pilek, batuk, sakit mata dan mencret.

“Hanya gejala penyakit ringan saja seperti pilek, batuk, sakit mata dan mencret. Hewan nya rata-rata kambing dan domba. Data sementara kita ada sekitar 50 ekor dari jumlah 1.800 ekor yang telah kami priksa,” ungkapnya.

“Kami juga blm merekap data lanjutan yang memang dilaksanakan oleh kabupaten atau kota setiap harinya, karna kalau provinsi hanya turun 1 sampai 2 kali, di setiap kabupaten atau kota,” sambungnya.

Dijelaskan Ari, gejala penyakit ringan yang menyerang 50 hewan kurban ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti perubahan lingkungan, jarak pengiriman yang jauh, perubahan pakan dan kondisi cuaca.

“Untuk hewan kurban yang terdeteksi mengalami gejala penyakit ringan kita melakukan isolasi dan menyarankan untuk tidak dijual. Jika di perlukan pengobatan kita hanya menggunakan obat topical saja atau obat dari luar, tidak dengan suntik. Jaga-jaga hawatir hewannya tetap dijual oleh pedagang,” jelasnya.

Sebelumnya telah diberitakan, bahwa Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pertanian akan melakukan pengawasan terhadap 1.808 lapak penjualan hewan kurban yang tersebar di sejumlah wilayah Provinsi Banten.

Plt. Kepala Dinas Pertanian Banten, Nasir mengatakan, bahwa pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Pertanian Provinsi Banten ini akan akan dibagi menjadi 4 tahapan, mulai dari bimbingan teknis, pemeriksaan lapak, pemeriksaan antemortem dan pemeriksaan postmortem.

“Untuk pengawasan dimulai dari bimbingan teknis yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang cara memilih hewan kurban yang sehat dan aman. Kemudian, nanti petugas akan melakukan pemeriksaan dokumen veteriner dan sanitasi di seluruh lapak, lalu akan memasang stiker sebagai tanda lapak telah diperiksa dan hewan kurban dinyatakan sehat serta aman,” kata Nasir kepada awak media, Selasa 19 Mei 2026.

“Kemudian, menjelang Idul Adha petugas akan melakukan pemeriksaan fisik berkala hewan kurban di masjid-masjid untuk memastikan kelayakan klinis sebelum penyembelihan. Setelah itu, tahap akhir petugas akan melakukan pemeriksaan ulang dokumen veteriner dan sanitasi serta pemasangan stiker sebagai bukti lapak dan hewan kurban aman dikonsumsi,” sambungnya.

Menurut Nasir, pemasangan stiker di tiap-tiap lapak yang telah dilakukan pemeriksaan bertujuan sebagai bukti atau informasi kepada masyarakat bahwa hewan kurban yang dijual di lapak tersebut terbebas dari penyakit dan aman untuk dikonsumsi.

“Pemasangan stiker sebagai bukti bahwa hewan yang dijual di lapak tersebut telah bebas dari penyakit dan telah lulus dari pemeriksaan petugas,” ungkapnya.

Lebih lanjut Nasir mengimbau, kepada seluruh masyarakat Banten untuk memilih lapak hewan kurban yang bersetiker resmi dan mendukung peternak lokal.

“Langkah ini dilakukan agar ibadah Idul Adha 2026 berjalan lancar sesuai syariat dengan menjamin kesehatan hewan kurban di seluruh lapak di Banten,” imbaunya. (Aldo Marantika)

Aldo Marantika

Recent Posts

Truk Sumbu Tiga Bebas Melintas, Jalan Pandeglang Babak Belur

PANDEGLANG, –Kondisi jalan di wilayah Kota Pandeglang makin memprihatinkan. Jalan provinsi hingga jalan nasional mengalami…

2 jam ago

SPPG Sukaratu 06 Yayasan Raudatul Islamiyah Umbul Berinovasi Jalankan Program MBG

PANDEGLANG, –Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukaratu 06 Yayasan Raudatul Islamiyah Umbul yang berlokasi di…

6 jam ago

Program Jasa Lingkungan DAS Cidanau Dilanjutkan, Andra Soni: Jaga Hulu demi Hilir

CILEGON, –Program Pembayaran Jasa Lingkungan Hidup (PJLH) DAS Cidanau kembali dilanjutkan pada 2026 setelah sempat…

8 jam ago

Semarak Budaya 2026 Hidupkan Seni Tradisi dan Dongkrak Pariwisata Pandeglang

PANDEGLANG, –Semarak Budaya 2026 kembali digelar di Kabupaten Pandeglang. Kegiatan hasil kolaborasi Komisi X DPR…

8 jam ago

Andra Soni Apresiasi Pembinaan Tenis di Banten, Optimistis Sukseskan PON 2032

SERANG, –Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi konsistensi Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pengprov Pelti)…

13 jam ago

Miris! Lansia di Pandeglang Ngaku Tak Pernah Tersentuh Bansos, Hidup dari Cari Kayu Bakar

PANDEGLANG, –Di tengah gencarnya program bantuan sosial (bansos) dari pemerintah pusat maupun daerah, nasib miris…

1 hari ago